
Penanaman Pancasila Dimulai dari Keluarga

... Pancasila sebagai dasar negara kita hari ini dan selamanya.
Semarang, ANTARA JATENG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan penanaman nilai-nilai Pancasila dimulai dari entitas keluarga dalam mendidik anak-anaknya.
"Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia," katanya di Semarang, Kamis saat merefleksikan Hari Lahir Pancasila.
Generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa, kata dia, perlu dikuatkan dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedomannya hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tentunya, kata dia, keluargalah yang berperan penting secara dini mengantisipasi masuknya paham dan gerakan radikal yang mencoba memengaruhi anak-anak muda sebagai generasi bangsa.
Menurut dia, dalam keluarga terjadi proses pendidikan yang tidak bisa didapatkan dari entitas lainnya, termasuk sekolah sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Bangsa Indonesia sedang dalam proses pembangunan yang lebih baik. Jangan sampai ada oknum yang mencoba merongrong ideologi bangsa yang justru menjadi penghambat pembangunan," katanya.
Jika sampai pembangunan bangsa Indonesia terhambat, lanjut dia, justru masyarakat Indonesia yang akan rugi karena bangsanya kalah bersaing dengan negara-negara yang lainnya.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pun mengimbau generasi muda untuk dapat mengisi perjuangan pendiri bangsa dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan bukannya malah mempertanyakan dasar negara.
"Sudah menjadi jawaban bahwa Pancasila sebagai dasar negara kita hari ini dan selamanya. Sebab, pendiri bangsa sudah merumuskan cukup lama pada saat memerdekakan bangsa ini," tegasnya.
Momentum 1 Juni yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, kata Hendi, harus bisa dihayati seluruh komponen bangsa untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
