Logo Header Antaranews Jateng

Kota Semarang Miliki Kampung Ramah Anak

Selasa, 9 Mei 2017 20:12 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa warga saat jalan sehat diKampung Ramah Anak, di Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Semarang, Selasa (9/5) (Foto: Dok Humas Setda Kota Semarang)

Semarang, ANTARA JATENG - Kota Semarang kini memiliki kampung ramah anak yang berlokasi di Jalan Tambra RT 02/RW 09, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara seluas 14,515 hektare.

"Anak adalah salah satu aset yang harus kita rawat. Maka, didiklah dan ajari mereka, dan penuhi hak-haknya," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau Kampung Ramah Anak di Semarang, Selasa.

Diakui Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu, dulunya perkampungan itu merupakan kawasan kumuh padat penduduk dengan puluhan anak yang putus sekolah dan berbagai persoalan lainnya.

Namun, setelah dicanangkan sebagai salah satu program kampung tematik dengan konsep ramah anak, perkampungan itu mulai bersolek, lengkap dengan taman bermain dan perpustakaan anak.

Secara fisik, talud dan saluran di sepanjang perkampungan juga telah dibenahi, dicat berwarna-warni, kemudian pot-pot tanaman yang berada di pinggir jalan sudah tertata rapi.

"Jangan sampai mengeksploitasi anak-anak secara berlebihan. Berikan mereka waktu untuk menikmati masa kanak-kanaknya," wanti politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut dia, latar belakang didirikannya kampung ramah anak karena selama ini belum ada tempat di Semarang yang dapat menampung anak-anak untuk melakukan aktivitas sosial, seperti bermain, belajar, berkumpul dengan teman sebayanya.

"Banyaknya `gadget` (ponsel, red.) membuat anak-anak kerap kehilangan waktu bermain dengan teman sebayanya. Belum lagi, orang tua yang semakin sibuk dengan rutinitas pekerjaannya," katanya.

Maka dari itu, kata Hendi, kehadiran kampung ramah anak itu diharapkan bisa mendorong masyarakat agar sadar bahwa anak-anak juga butuh bermain dengan kedua orang tuanya maupun teman sebayanya.

Selain itu, masyarakat sekitar juga diajak untuk meningkatkan taraf kehidupannya dengan berwirausaha memanfaatkan Kredit Wibawa yang menjadi program unggulan Pemerintah Kota Semarang.

"Saya ingin ngajari warga Semarang untuk berbisnis dengan baik dan benar. Kalau dulu, dengan sistem hibah, tidak `mentes` (berhasil), dengan Kredit Wibawa ciciln panjenengan lancar dan tahun berikutnya bisa menaikkan pinjaman," pungkasnya.

Lurah Kuningan Joko Sumarno menambahkan beberapa fasilitas pendukung disiapkan untuk anak-anak, seperti taman bermain anak dan gedung perpustakaan dengan ratusan koleksi buku fiksi maupun non-fiksi.

"Setiap hari Minggu, ada bimbingan belajar yang diampu oleh para pemuda dari karang taruna dan warga sendiri yang berprofesi sebagai guru," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026