Temanggung, ANTARA JATENG - Kalangan petani di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai menanam tembakau pada April 2017.
"Khusus di daerah atas, baik di lereng Gunung Sumbing maupun Sindoro sudah menanam tembakau sejak awal April 2017, tetapi ramai-ramainya penanaman mulau 15 April 2017," kata petani Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Sutopo di Temanggung, Rabu.
Ia mengatakan meskipun curah hujan masih tinggi, pertumbuhan tanaman tembakau cukup bagus.
"Cuaca kelihatannya mendukung untuk tanaman tembakau, pertumbuhannya bagus. Meskipun masih hujan, panas matahari tetap ada," kata Sutopo yang juga Kadus Lamuk Legok Desa Legoksari ini.
Ia menyebutkan saat ini sekitar 40 persen lahan pertanian di desanya sudah ditanami tembakau dan awal Mei 2017 diperkirakan sudah ditanami tembakau semua.
Ia berharap saat masa tanam hingga panen nanti kondisi cuaca bagus untuk tanaman tembakau sehingga menghasilkan kualitas tembakau yang bagus dengan harga tinggi.
Ia menuturkan petani di Desa Legoksari menanam tembakau varietas kemloko sesuai permintaan dari pabrikan.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengatakan, masa tanam tembakau di daerah atas lebih dulu dibanding tembakau di daerah bawah atau persawahan, karena umur tanaman tembakau di lereng gunung lebih lama.
Menurut dia informasi mengenai prakiraan cuaca sangat dibutuhkan petani sebagai panduan bercocok tanam, karena salah prakiraan bisa berakibat fatal, terkena hama penyakit hingga gagal panen seperti pada masa tanam 2016.
"Terkait cuaca, seharusnya pemerintah kabupaten atau provinsi selalau memberikan informasi cuaca di daerah penghasil tembakau agar petani bisa mensiasati masa tanamanya," katanya.
Ia mengatakan belum adanya informasi cuaca tersebut tetap ditindaklanjuti dengan menanam tembakau karena menurut perhitungan petani sudah masuk masa tanam terutama untuk kawasan atas di Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.

