Logo Header Antaranews Jateng

Jumenengan Keraton Angkat Pariwisata Jateng

Sabtu, 22 April 2017 15:54 WIB
Image Print
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan keterangan usai ikut acara "Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII" di Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu (22/4). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)
Kami tidak akan masuk dalam internal keraton. Namun, pemerintah akan ikut menjaga kelestarian keraton sebagai cagar budaya

Solo, ANTARA JATENG - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan upacara adat "Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII" Keraton Kasunanan Surakarta dapat kembali mengangkat pariwisata di Jawa Tengah, khususnya Kota Solo.

"Kami berharap dengan digelarnya Jumenengan ini, pariwisata di Jateng khususnya Solo bisa tumbuh bergerak," katanya usai ikuti upacara adat "Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII" di Sasana Sewaka Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu.

Mendagri mengatakan digelarnya jumenengan tersebut karena apapun Keraton Kasunanan Surakarta merupakan aset negara atau nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Mendagri, Gubernur Jateng, Wali Kota Surakarta, segera menyelesaikan.

Selain itu ia mengatakan segera dipugarnya Keraton Surakarta yang nantinya bekerja sama dengan Menteri Pariwisata, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Kebudayaan, karena bagian dari daerah tujuan wisata, baik nasional maupun internasional.

"Keraton Kasunanan yang integrasi dengan Keraton Yogyakarta, Surakarta, Sangiran, Candi Borobudur. dan Prambanan, bagian dari tujuan wisata," tuturnyai.

Terkait dengan masalah di keraton dan kehadiran pemerintah, Presiden Jokowi memerintahkan Mendagri, Gubernur Jateng, Wali Kota Surakarta segera membantu menyelesaikannya dan didukung Forum Musyawarah Pimpinan Daerah serta para tokoh masyarakat.

Ia mengatakan kegiatan jumenengan PB XIII tersebut sudah vakum atau tidak dilakukan selama empat tahun terakhir. Kini kembali digelar upacara tradisi itu.

"Kami berharap tradisi itu, dilakukan secara terus-menerus yang dapat menarik, wisatawan baik nasional maupun mancanegara," kata Mendagri.

Ia mengatakan pemerintah akan mendukung terkait dengan seluruh aset negara, termasuk Keraton Surakarta, yang bertanggung jawab secara langsung Pemerintah Kota Surakarta.

Menyinggung soal konflik antara keluarga keraton, Lembaga Dewan Adat (LDA) dengan Tim Lima bentukan PB XIII, Mendagri mengatakan pemerintah sudah menyerahkan kepada Sinuwun PB XIII, dan yang terpenting pihaknya melihat tidak ada masalah apa-apa.

Selain itu, ia juga mengatakan bagaimana merumuskan pengelolaan keraton dengan baik, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, sehingga pemerintah akan membantu melalui anggarannya.

"Kami tidak akan masuk dalam internal keraton. Namun, pemerintah akan ikut menjaga kelestarian keraton sebagai cagar budaya," ujar Mendagri.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan pemerintah pusat akan merenovasi bangunan cagar budaya keraton, antara lain Keputren, Songgo Buwono, dan museum.

"Pemda Surakarta akan memberikan bantuan anggaran untuk pelestarian keraton sekitar Rp400 juta," kata Rudyatmo.

KGPH Puger selaku penasihat LDA, mengatakan putera sentono atau keluarga keraton sudah otomatis menghadiri Jumenengan yang digelar sebagai kalender tahunan ini, tidak perlu menggunakan undangan.

"Ada Sentono Dalem yang tidak bisa hadir karena tidak dapat tiket pesawat. Dengan acara Jumenengan ini, kemudian tinggal dilakukan penataan ulang di keraton," imbuh Puger.

Upacara "Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII" diawali dengan Raja Sinuwun yang duduk di dampar kencana atau singgasana raja, kemudian dilanjutkan tarian sakral yang dilakukan sembilan penari Bedaya Ketawang.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026