Logo Header Antaranews Jateng

Sekolah Berharap Listrik Tak Padam Selama UNBK

Senin, 10 April 2017 20:44 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc/16)

Semarang, ANTARA JATENG - Kalangan sekolah menengah atas (SMA) di Semarang berharap tak ada pemadaman listrik dari PLN selama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer meski sudah ada genset (generator set) untuk antisipasi.

"Dari pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang sudah menyurati PLN. Ya, harapan kami tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan UNBK," kata Kepala SMA Negeri 8 Semarang Sugiyo di Semarang, Senin.

Kalau sekolah lain kebanyakan menyewa genset, ia mengatakan SMA Negeri 8 Semarang sudah memiliki perangkat genset sendiri dan dipastikan bisa mencukupi kebutuhan listrik, namun tetap berharap tidak ada pemadaman listrik.

Pada pelaksanaan UNBK sekolah menengah kejuruan (SMK) yang digelar mulai pekan lalu, listrik di beberapa sekolah di Semarang sempat padam sehingga Sugiyo berharap kondisi tersebut tidak terjadi selama pelaksanaan UNBK SMA.

"Ini tahun kedua kami melaksanakan UNBK. Kami sudah melakukan persiapan sejak pekan lalu, seperti sinkronisasi dengan server pusat dan persiapan segala fasilitas yang ada, termasuk menyiapkan tiga teknisi," katanya.

Untuk "server", kata dia, sudah tersedia sebanyak lima unit dengan dua unit server cadangan, termasuk genset pun sudah diuji coba dan dipastikan bisa menyuplai kebutuhan listrik untuk komputer jika sewaktu-waktu listrik padam.

Ia menyebutkan pelaksanaan UNBK di sekolah itu diikuti sebanyak 340 siswa dengan tiga ruang ujian yang disediakan, sementara untuk teknisnya dibagi dalam tiga sesi dengan jumlah 36 siswa dalam setiap ruang ujian/sesi.

"Tidak ada kendala pada hari pertama ini, semuanya berjalan dengan lancar. Proses `log in` tadi juga tidak ada masalah. Ada tiga ruang ujian yang kami siapkan. Pada hari pertama ini yang diujikan Bahasa Indonesia," katanya.

Demikian halnya di SMA Negeri 5 Semarang yang pelaksanaan UNBK pada hari pertama yang mengujikan mata ujian Bahasa Indonesia juga berjalan lancar, sebagaimana disampaikan Kepala SMA Negeri 5 Semarang Titi Priyatiningsih.

"Ada 396 siswa yang mengikuti ujian, terbagi atas 326 siswa jurusan IPA dan 70 siswa jurusan IPS. Kami bagi dalam tiga `shift` (sesi). Seluruh siswa mengikuti ujian, tidak ada yang absen pada hari pertama ini," katanya.

Ketua MKKS SMA Kota Semarang Wiharto mengatakan informasi yang diterimanya hingga usainya pelaksanaan UNBK hari pertama menyebutkan semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala berarti yang dihadapi sekolah.

"Alhamdulillah, semuanya lancar. Dari sisi eksternal, seperti gangguan atau pemadaman listrik dan kerusakan `server` juga tidak ada. Kalau internal, semua sekolah siap," kata Wiharto yang juga Kepala SMA Negeri 3 Semarang itu.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026