
749 Siswa Diktuk Bintara Dilantilk

Nanti akan dibagi ke polres-polres, kemudian tugas di Satuan Sabhara, baik itu Dalmas ataupun patroli, penjagaan, dan pengawalan
Purwokerto, ANTARA JATENG - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono melantik dan mengambil sumpah 749 siswa Pendidikan dan Pembentukan (Diktuk) Bintara di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Selasa.
Pelantikan itu dilakukan karena 749 siswa tersebut telah mengikuti pendidikan selama tujuh bulan di SPN Purwokerto sejak 10 Agustus 2016.
Dalam pelantikan tersebut diperagakan sejumlah keterampilan yang diperoleh para siswa selama pendidikan seperti bela diri dan menembak.
Saat ditemui wartawan usai pelantikan, Kapolda mengatakan para bintara remaja yang baru dilantik itu dididik sebagai polisi tugas umum atau tugas-tugas kesabharaan.
"Nanti akan dibagi ke polres-polres, kemudian tugas di Satuan Sabhara, baik itu Dalmas ataupun patroli, penjagaan, dan pengawalan, sehingga tadi yang diperagakan adalah dasar-dasar dari uji teknis kepolisian, khususnya tugas kesabharaan," katanya.
Ia mengatakan pendidikan bagi 749 siswa itu tidak hanya untuk memenuhi kuota yang ada di Jawa Tengah tetapi juga mengisi polda-polda baru seperti Sulawesi Barat dan Papua Barat.
Dia mengakui jika kebutuhan personel kepolisian masih tinggi karena perekrutan tahun 2016 hanya menutup yang pensiun.
"Jadi yang pensiun hampir 10.000 orang sedangkan yang dididik sekitar 9.000, tiap tahun seperti itu. Jadi susut 10.000, tambah 10.000," katanya.
Dengan demikian, kata dia, belum ada penambahan untuk mengurangi selisih antara jumlah penduduk dan jumlah anggota Polri yang ideal.
Kapolda mengatakan kebutuhan ideal di Jawa Tengah adalah satu anggota Polri untuk 450-500 penduduk.
"Namun saat ini di Jawa Tengah, satu anggota Polri untuk 1.100-1.200 orang," katanya.
Berdasarkan data dari SPN Purwokerto, 749 siswa yang dididik, 747 orang di antaranya berasal dari Polda Jawa Tengah dan dua orang dari Polda Jawa Timur.
Sementara berdasarkan pekerjaan orang tua didominasi pegawai negeri sipil sebanyak 145 orang, petani 126 orang, Polri 115 orang, dan sisanya dari berbagai profesi atau pekerjaan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
