
Calon Operator Trans Semarang Harus Punya Rp1 Miliar

Semarang, 6/3 (Antara) - Para peserta lelang operator koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dipersyaratkan memiliki simpanan dana di perbankan minimal sebesar Rp1 miliar.
"Simpanan sebesar itu sebagai jaminan operator nanti dalam menjalankan operasional," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang Agung Nurul Falaq di Semarang, Senin.
Menurut dia, persyaratan itu baru diterapkan untuk calon operator yang mengikuti lelang koridor baru sebagai jaminan keberlangsungan operasional koridor yang dijalankan oleh operator.
Besaran dana yang dipersyaratkan itu, kata dia, berdasarkan kesepakatan BLU-UPTD Trans Semarang dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Semarang sebagai jaminan keamanan.
Ia menjelaskan ketersediaan simpanan dana sebesar Rp1 miliar itu untuk mengantisipasi jika ada keterlambatan pembayaran dari Pemkot Semarang terhadap operator pelaksana koridor Trans Semarang.
Jadi, kata dia, ada jaminan dari operator tetap menjalankan koridor Trans Semarang yang ditanganinya sampai waktu pembayaran sehingga operasional setiap koridor tetap berjalan dengan lancar.
"Asumsi kami, Rp1 miliar itu untuk kebutuhan operasional selama satu bulan, serta untuk antisipasi risiko dari pengoperasian Trans Semarang, seperti kecelakaan, dan sebagainya," katanya.
Agung mengakui beberapa pengusaha dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) sempat berkeinginan mengikuti lelang operator, tetapi terkendala persyaratan mengenai simpanan minimal Rp1 miliar.
Untuk lelang operator Koridor VI yang lebih dahulu dilaksanakan, kata dia, diikuti sekitar 21 peserta, sementara untuk lelang operator yang menangani Koridor V diikuti sekitar 19 peserta.
Selama ini, Trans Semarang telah mengoperasikan empat koridor, yakni Koridor I yang melayani rute Mangkang-Penggaron p.p., Koridor II yang melayani Terminal Terboyo-Sisemut, Ungaran p.p.
Koridor III melayani rute Pelabuhan Tanjung Emas-Sisingamaraja (Akademi Kepolisian) dan Koridor IV yang melayani jurusan Cangkiran-Bandara Internasional Ahmad Yani p.p.
Dua koridor baru yang bakal dibuka, yakni Koridor V melayani Meteseh-PRPP, serta Koridor VI yang melayani Universitas Diponegoro Semarang (Undip)-Universitas Negeri Semarang (Unnes) p.p.
"Untuk operator, memang ada yang harus menyediakan armada sendiri. Namun, untuk dua koridor baru ini armada sudah ada dari pemerintah. Jadi, mereka (operator, red.) tinggal menjalankan," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Organda Kota Semarang Sumitro mengakui persyaratan jaminan di perbankan itu menjadi kendala pengusaha yang tergabung di dalam Organda untuk mengikuti lelang sebagai operator.
"Trans Semarang itu `kan penggabungan pemerintah dengan transportasi yang sudah ada. Tidak ada dasar itu ikut lelang harus ada jaminan Rp1 miliar. Bagi pengusaha, duit segitu `seko ngendi`?" katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
