Logo Header Antaranews Jateng

Jakarta-Jateng Jajaki Kerja Sama Stabilisasi Harga Pangan

Jumat, 3 Maret 2017 15:32 WIB
Image Print
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjajaki kerja sama untuk stabilisasi harga pangan. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Wisnu Adhi N.)

Semarang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama pada beberapa bidang guna stabilisasi harga pangan dan bentuk perlindungan terhadap petani.

"Kami ingin menjalin kerja sama dengan beberapa kabupaten di Jateng penghasil kebutuhan pangan yang dibutuhkan (masyarakat) Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Djarot sebelum bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerja.

Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan dan produk pertanian seperti cabai, bawang merah, bawang putih, menyebabkan tingginya inflasi di Jakarta.

Djarot memaparkan, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jateng akan membangun gudang berkapasitas besar untuk menyimpan berbagai hasil pertanian dari petani di Jateng.

"Ketika panen raya, kita beli hasil pertanian dari petani, kemudian disimpan di gudang yang bisa tahan sampai enam bulan, dan saat paceklik kita keluarkan agar `harga` tidak dimainkan tengkulak," ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menjelaskan bahwa hal tersebut untuk membantu petani dalam stabilisasi harga.

"Sekarang petani dalam posisi terpojok, ketika panen raya harganya anjlok, apalagi musimnya anomali," katanya.

Yang berbahaya dan perlu dikhawatirkan, kata Djarot, petani berpikiran bahwa profesi petani itu tidak menarik sehingga pindah profesi di sektor informal atau melakukan urbanisasi.

"Selain membangun gudang, kita juga bisa membikin tempat penggemukan sapi, kita bisa kerja sama untuk kesejahteraan warga Jateng dan DKI," ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ditemui usai pertemuan tertutup dengan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut baik rencana kerja sama tersebut.

"Ada banyak pembicaraan, di samping kerja sama soal suplai makanan, ada usulan sapi (dari Jateng) masuk ke Jakarta, di luar NTT," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026