Logo Header Antaranews Jateng

Cabai Rawit Masih Picu Inflasi

Rabu, 1 Maret 2017 18:21 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik (BPS)
Kebijakan yang perlu dilakukan adalah informasi di hulu dan hilir harus diseimbangkan. Contohnya suplai bisa ditambah di pasar yang banyak dikunjungi masyarakat

Semarang, ANTARA JATENG - Komoditas cabai rawit hingga saat ini masih memicu inflasi di Jawa Tengah yang pada Februari mencapai 0,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 126,80.

"Harga cabai rawit dan sekarang ditambah bawang merah yang masih tinggi berdampak pada inflasi Februari," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, Rabu.

Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Tengah, cabai rawit dan bawang merah yang masuk kelompok bumbu-bumbuan memberikan sumbangan terhadap inflasi 0,1588 persen, sedangkan tingkat inflasi pada kelompok bumbu ini 5,29 persen.

Margo mengatakan terkait dengan adanya kenaikan harga dua komoditas tersebut berhubungan dengan suplai di pasar.

Menurut dia, terbatasnya ketersediaan barang berdampak pada harga yang tinggi.

"Bahkan kalau permintaan tetap sama tetapi suplai barang berkurang pasti pedagang akan tetap menaikkan harga," katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya mengimbau agar ada komunikasi yang lancar antara pihak hulu dengan hilir.

"Kebijakan yang perlu dilakukan adalah informasi di hulu dan hilir harus diseimbangkan. Contohnya suplai bisa ditambah di pasar yang banyak dikunjungi masyarakat," katanya.

Selain komoditas cabai rawit dan bawang merah, faktor lain yang memicu terjadinya inflasi adalah tarif dasar listrik untuk pascabayar.

"Saat ini tarif listrik pascabayar mengalami kenaikan. Pemakaian Januari dibayarkan bulan Februari, sehingga masuk ke pencatatan BPS bulan Februari. Ini juga memberikan dampak yang cukup besar," katanya.




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026