
Pemkab Kebumen Usung Program Jemari

Kebumen, 24/2 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan program Jalinan Meningkatkan Silaturahmi (Jemari) melalui kunjungan jajaran pimpinan daerah ke berbagai desa di kawasan selatan Provinsi Jawa Tengah itu, untuk mendorong semangat masyarakat membangun kehidupan yang semakin sejahtera.
"Kegiatan seperti ini sebagai bentuk komitmen pemerintah kabupaten untuk senantiasa hadir dan melayani masyarakat. Dapat hadir dan melayani masyarakat adalah suatu komitmen sekaligus membanggakan," kata Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad di Kebumen, Jumat.
Ia mengatakan hal itu pada pelaksanaan perdana Jemari di Desa Tlogodepok, Kecamatan Mirit, yang antara lain dihadiri Komandan Kodim 0709/Kebumen Lektol Kav Suep, Asisten Sekda Sabar Irianto, Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Ujang Sugiono, dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah setempat lainnya.
Program Jemari di daerah itu, antara lain berupa senam bersama, penyerahan secara simbolis asuransi kepada petani yang gagal panen, peletakan batu pertama perbaikan rumah warga yang tidak layak huni, kerja bakti, pengobatan gratis, pelayanan Keluarga Berencana, penyuluhan kesehatan, ramah-tamah dengan kepala desa se-Kecamatan Mirit, dan shalat Jumat.
Selain itu, di SD Negeri Tlogodepok berlangsung kegiatan sikat gigi massal, sedangkan di SMP Negeri Mirit dilaksanakan sosialisasi sekolah adiwiyata.
Ia mengharapkan program Jemari mempererat jalinan silaturahim antara jajaran pemkab dengan berbagai elemen masyarakat di berbagai desa.
"Kegiatan ini akan semakin merekatkan jalinan silaturahmi, kerja sama, dukungan, dan sinergitas antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen," katanya.
Ia mengatakan semangat gotong-royong yang terus dipupuk akan memberdayakan masyarakat dalam mengelola potensi daerah serta mengatasi berbagai persoalan kemasyarakatan dan pembangunan.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Bupati Yahya Fuad bersama rombongan juga mengunjungi tempat peziarahan masyarakat, berupa Makam Mbah Lancing, di Desa Mirit.
Pemkab Kebumen berencana membangun fasilitas berupa tempat parkir yang memadai di kompleks makam yang sudah terdaftar sebagai benda cagar budaya itu dengan dana APBD 2017 sekitar Rp176 juta.
"Nantinya setelah selesai dibangun tempat parkir, peziarah akan semakin nyaman ke tempat ini," katanya.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
