Logo Header Antaranews Jateng

Program JKN bantu warga Kebumen jalani operasi retina dan katarak gratis

Senin, 6 Juli 2026 17:03 WIB
Image Print
Riyanti menjalani operasi retina dan katarak secara gratis berkat Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKN). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Awalnya saya merasa khawatir karena tindakan yang harus dijalani cukup banyak

Kebumen (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantu warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Riyanti (60), menjalani dua kali operasi retina dan satu kali operasi katarak tanpa terbebani biaya pengobatan sehingga dapat lebih fokus menjalani proses pemulihan.

"Awalnya saya merasa khawatir karena tindakan yang harus dijalani cukup banyak dan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saat itu saya bahkan berniat mendaftar sebagai peserta mandiri JKN, tetapi ternyata saya sudah terdaftar aktif sebagai peserta PBPU BP Pemda Kabupaten Kebumen. Saya benar-benar merasa terbantu," kata Riyanti di Kebumen, Senin.

Riyanti yang merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen mengatakan gangguan penglihatan pada mata kanannya bermula ketika kemampuan melihat mulai menurun hingga akhirnya membutuhkan penanganan medis.

Dia mengawali pemeriksaan di Puskesmas Kebumen III sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Setelah menjalani pemeriksaan, dia dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Sruweng sebelum akhirnya mendapatkan penanganan lanjutan di RS Purbowangi sesuai indikasi medis.

Selama menjalani pengobatan, Riyanti menjalani dua kali operasi retina dan satu kali operasi katarak. Seluruh biaya pelayanan kesehatan ditanggung Program JKN sehingga dirinya dapat berkonsentrasi pada proses pengobatan dan pemulihan tanpa dibayangi kekhawatiran mengenai biaya.

Usai menjalani operasi, Riyanti masih menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kondisi kesehatannya. Selama memanfaatkan layanan JKN, dia mengaku mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif dari tenaga kesehatan maupun petugas administrasi rumah sakit.

"Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, sampai tindakan operasi semuanya berjalan dengan baik. Petugasnya ramah dan membantu. Bahkan ketika saya mengalami kesulitan menggunakan aplikasi Mobile JKN, petugas rumah sakit langsung membantu sampai masalahnya selesai," ujarnya.

Menurut dia, pelayanan yang diterimanya sebagai peserta JKN tidak berbeda dengan pasien yang menggunakan pembiayaan lainnya. Selama menjalani pengobatan, dia tidak pernah merasakan adanya perlakuan yang berbeda dari pihak rumah sakit.

Riyanti juga menilai kualitas pelayanan Program JKN sudah sangat baik karena memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika membutuhkan layanan kesehatan. Dengan adanya jaminan pembiayaan, masyarakat tidak perlu lagi khawatir memikirkan biaya pengobatan saat sakit.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata mengatakan Program JKN hadir untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa mengalami kesulitan finansial akibat biaya pengobatan.

Menurut dia, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah terus memperluas cakupan perlindungan kesehatan melalui berbagai segmen kepesertaan, termasuk PBPU yang iurannya ditanggung pemerintah daerah bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Dina mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif agar dapat segera memanfaatkan pelayanan kesehatan ketika dibutuhkan.

"Program JKN merupakan bentuk gotong royong seluruh peserta untuk saling membantu dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan haknya secara optimal dan tidak menunda untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif, sehingga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan dapat langsung memperoleh layanan tanpa hambatan," kata Dina.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026