Logo Header Antaranews Jateng

Wujudkan Sekolah Ramah Anak!

Senin, 6 Februari 2017 15:57 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (kiri) menyaksikan sejumlah siswa SD Negeri Kedungsari 2 Kecamatan Magelang Utara yang sedang menyirami tanaman, Senin (6/2). (Foto: Humas Pemkot Magelang/Anggit Pamungkas)

Magelang, ANTARA JATENG - Para guru di berbagai sekolah di Kota Magelang, Jawa Tengah, diminta membangun sekolah ramah anak agar kondusif untuk kegiatan belajar mereka, kata Wali Kota setempat Sigit Widyonindito.

"Semua itu untuk menghindari agar tidak terjadi kekerasan baik fisik maupun verbal kepada murid. Meskipun murid melakukan kesalahan, hukuman berupa kekerasan semacam itu bukan menjadi solusi, tapi justru menimbulkan masalah baru," katanya di Magelang, Senin.

Ia mengatakan hal itu ketika bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, melakukan kunjungan ke SD Negeri Kedungsari 2, Kecamatan Magelang Utara.

Era pendidikan bagi anak-anak saat ini, katanya, berbeda dengan zaman dahulu, di mana pendekatan edukatif lebih baik ketimbang memberikan hukuman fisik atau verbal kepada siswa yang bersalah.

Ia mengatakan tentang pentingnya para guru memiliki pemahaman yang baik kepada setiap siswanya.

Ia mencontohkan tentang tindakan edukatif yang bisa dilakukan guru terhadap siswa yang melakukan kesalahan, seperti meminta mereka menyirami tanaman atau membersihkan ruang kelas.

"Atau tindakan lain yang membangun kemandirian siswa, dengan catatan tidak memberatkan siswa. Apalagi sampai melakukan pemukulan, kekerasan secara verbal pun tidak diperbolehkan. Kita harus belajar dengan melihat banyak kasus pelaporan kekerasan di sekolah. Mari kita ciptakan sekolah yang ramah anak," katanya.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota Sigit juga memantau kebersihan sejumlah fasilitas di sekolah tersebut. Sekolah itu telah memanfaatkan lahan kosong untuk penanaman tanaman bunga sehingga suasananya terkesan asri dan indah.

"Tapi tadi saya lihat, ada beberapa wastafel yang tidak berfungsi. Harus segera dibetulkan karena sarana itu penting untuk mendidik siswa membiasakan hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Seorang guru SD Negeri Kedungsari 2 Kota Magelang, Destu Supardinah, mengatakan pihak sekolah selama ini menghindari pemberian wujud hukuman kekerasan terhadap siswa yang bersalah.

"Kami menjaga betul supaya menghindari kekerasan," katanya.

Menghadapi siswa yang bersalah, katanya, juga menjadi ujian kesabaran pelaku pendidikan, khususnya guru sekolah. Sanksi edukatif jauh lebih berguna bagi murid dalam kegiatan belajar mengajar.

Pihaknya juga menekankan kepada orang tua siswa agar menghindari kekerasan kepada anak-anak guna mendukung perkembangan kepribadiannya. (hms)



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026