
RSGMP Unsoed Luncurkan Tiga Layanann Baru

Purwokerto, ANTARA JATENG - Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan tiga layanan baru.
Peluncuran tiga layanan baru berupa rawat inap, Laboratorium Klinik, dan Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi itu dilakukan Rektor Unsoed Achmad Iqbal di RSGMP Unsoed, Karangwangkal, Purwokerto, Jumat.
Saat memberi sambutan, Rektor Unsoed Achmad Iqbal mengatakan pembangunan gedung untuk tiga layanan baru tersebut menggunakan dana dari perguruan tinggi itu sendiri karena pada tahun 2016 tidak ada kucuran dana dari pemerintah untuk sarana dan prasarana.
Dia mempersilakan RSGMP memanfaatkan salah satu layanan baru berupa Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi untuk menjadi sumber pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed.
"Labanya bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk perawatan laboratoriumnya, untuk meningkatkan kualitas laboratoriumnya, untuk alat-alatnya. Silakan cari dana, syukur-syukur dengan dana yang diterima, UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswanya menjadi rendah dan kualitas layanan semakin baik," katanya.
Ia meminta RSGMP untuk tidak memberikan pelayanan dengan standar layanan minimal, tetapi berikan dengan layanan prima.
Sementara dalam laporannya, Direktur RSGMP Arwita Mulyawati mengatakan pembangunan gedung yang dilakukan menggunakan anggaran tahun 2016 dan dapat selesai tanpa masalah.
"Salah satu layanan baru yang diresmikan berupa Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi yang selama ini belum ada di Purwokerto maupun Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen)," katanya.
Ia mengharapkan Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi menjadi bisnis inti RSGMP sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed.
Dengan demikian, kata dia, akan dapat membantu penyelenggaraan pendidikan Kedokteran Gigi.
"Selama ini, RSGMP harus mengirim ke (Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi) Yogyakarta, Semarang, Surabaya, atau Jakarta yang memakan waktu paling sedikit satu minggu belum termasuk perjalanan sehingga memakan waktu dan biaya," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan untuk sementara dalam lima tahun ke depan, pihaknya bekerja sama dengan pakar dalam pengelolaan Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi tersebut karena manajemennya tidak mudah.
Saat ditemui usai kegiatan, Arwita mengatakan dalam penyelenggaraan rawat inap, pihaknya akan segera bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan setelah pelaksanaan akreditasi.
"Masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan Laboratorium Klinik RSGMP secara langsung melalui dokter yang ada di sini ataupun rujukan dokter dari luar," katanya.
Sementara untuk Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi, kata dia, hanya melayani kebutuhan dokter-dokter gigi di antaranya dalam pembuatan gigi palsu.
Menurut dia, keberadaan Laboratorium Teknik Kedokteran Gigi di Purwokerto sangat potensial karena selama ini dokter gigi di kota itu paling dekat harus ke Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhannya.
Disinggung mengenai dana pembangunan gedung untuk tiga layanan baru itu, dia mengatakan secara keseluruhan menghabiskan dana sekitar Rp2,8 miliar.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
