Logo Header Antaranews Jateng

Pelaku UMKM Jangan Berpuas Diri

Kamis, 28 April 2016 13:03 WIB
Image Print
Sejumlah orang mengunjungi pameran "Kedu Expo" diikuti berbagai daerah di Indonesia yang berlangsung di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang, Kamis (28/4). Pameran produk unggulan UMKM dan publikasi layanan masyarakat oleh instansi pemerintah dan swasta i

Magelang, Antara Jateng - Kalangan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro di Kota Magelang harus terus menerus mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kualitas produknya agar selalu meraih kemenangan dalam persaingan pasar pada era kesejagatan, kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

"Para pelaku UMKM supaya tidak berpuas diri atas produknya, kalau di daerah rasanya baik saja. Supaya tidak GR (Gede Rasa, red.)," katanya ketika membuka "Kedu Expo 2016" di halaman Gedung Tri Bhakti Kota Magelang di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan pentingnya para pelaku UMKM memanfaatkan pameran untuk membandingkan dengan produk serupa yang dihasilkan oleh pelaku lain dari berbagai daerah lainnya.

Ia mengemukakan persaingan pasar, termasuk produk kalangan pelaku UMKM, pada era kesejagatan Masyarakat Ekonomi ASEAN semakin ketat sehingga mereka harus mengembangkan diri.

"Daya saing menjadi konsekuensi sehingga pelaku usaha harus dapat terus mengembangkan produknya dan memperluas pasar produk sampai skala regional, nasional, dan internasional," katanya.

Ia mengemukakan bahwa persaingan pasar sebagai hal yang tidak bisa dielakkan.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, kita masuk era globalisasi, Masyarakat Ekonomi ASEAN. Insya Allah, produk-produk kita tidak kalah, minimal kita pakai sendiri," ujarnya.

Pemkot Magelang terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam mengembangkan usaha produksinya.

Ketua Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Kota Magelang Edy Sutrisno mengemukakan pelaku UMKM di daerah setempat memiliki kesempatan yang baik untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan dukungan berbagai pihak terkait.

"Peran UMKM sudah terbukti, dalam penguatannya pada era MEA ini harus bersinergi, sedangkan potensi wilayah untuk pengembangan mereka harus disiapkan," katanya.

Ia juga mengemukakan pentingnya promosi dan pemasaran produk secara giat melalui "e-commerce", proses jual beli produk secara elektronik. Apalagi, saat ini bisnis aplikasi sebagai hal yang tidak bisa ditinggalkan.

Ketua Panitia Kedu Expo 2016 yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemkot Magelang Joko Suparno mengatakan kegiatan itu bermanfaat mengenalkan berbagai produk unggulan Kota Magelang ke skala regional dan nasional.

"Bagi pelaku usaha, Kedu Expo ini kesempatan promosi produk mereka, sedangkan untuk instansi pemerintah untuk memublikasikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Penyelenggaraan "Kedu Expo" selama 28 April hingga 2 Mei 2016 dengan peserta mengisi 154 gerai pameran, antara lain menyangkut infrastruktur, investasi, bisnis dan jasa, industri dan perdagangan, pariwisata, pertanian dan perikanan, pendidikan dan kesehatan, dan kerajinan ekonomi kreatif.

Peserta pameran selain dari Kota Magelang, juga sejumlah daerah di wilayah eks-Keresidenan Kedu, beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan tujuh kementerian. Peserta "Kedu Expo 2016", antara lain kalangan pelaku UMKM, koperasi, wirausaha ekonomi kreatif, pengusaha BUMN dan BUMD, serta perbankan.(hms)



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026