
Kudus Dilanda Longsor

Menurut Kepala Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Moch. Sholikin di Kudus, Selasa, peristiwa tanah longsor yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, sekitar pukul 13.30 WIB.
Sebelum terjadi tanah longsor, kata dia, di daerah setempat memang diguyur hujan, kemudian tebing setinggi 20 meter tiba-tiba mengalami longsor dan menutupi jalan dari Dukuh Jigung menuju Dukuh Kambangan.
Beruntung peristiwa longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, karena tepat di bawah tebing yang longsor terdapat masjid yang sedang dibangun.
Akibat peristiwa tersebut, akses warga desa setempat terganggu, terutama warga yang bermukim di Dukuh Jigung yang berjumlah 50 keluarga dan warga Desa Bategede, Jepara yang mencapai satu pedukuhan yang biasanya menggunakan akses jalan yang sama juga terganggu.
Untuk sementara, kata dia, material longsor yang menutup jalan belum bisa dipindahkan karena khawatir terjadi longsor susulan.
Meskipun akses jalan warga sepanjang belasan meter tertimbun material longsor hingga ketinggian belasan meter, warga masih bisa melintas dengan melewati halaman rumah penduduk.
Demikian halnya, warga yang mengendarai sepeda motor juga masih bisa melintas dengan melewati halaman rumah penduduk, sedangkan untuk roda empat atau lebih tidak bisa melintas sama sekali.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Atok Darmo Broto menambahkan, untuk mempercepat proses evakuasi material longsor dikoordinasikan dengan Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus yang memiliki alat berat.
Jika harus dilakukan secara manual, kata dia, sulit dan membutuhkan waktu yang terlalu lama, mengingat tanahnya cukup gembur.
Sebelum membersihkan jalan dari material longsor, kata dia, beberapa pohon yang ada di tebing akan dibersihkan terlebih dahulu bersama tanah yang dimungkinkan mudah longsor.
Berdasarkan keterangan warga, sebelum terjadi tanah longsor yang menutupi akses jalan warga, di Dukuh Jigung juga terjadi peristiwa serupa dengan skala yang lebih kecil.
Material longsor yang menutupi jalan, kata dia, sudah dibersihkan, sedangkan yang terjadi saat ini tentu dibutuhkan alat berat karena ketinggian material yang menutupi jalan mencapai belasan meter.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
