Logo Header Antaranews Jateng

Sembilan Desa di Boyolali Endemis DBD

Kamis, 25 Februari 2016 21:42 WIB
Image Print
Ilustrasi (ANTARA Foto/Bambang Suseno)

Sembilan daerah endemis tersebut yakni Desa Sambon, Kuwiran, Jipangan, Dukuh, Banyudono, Ngaru-Aru, Bendan, Batan dan Bangak, kata Kepala Puskesmas Banyudono I, dr Rahayuningtyastuti, di sela acara Pencanganan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak di Desa Sambon Boyolali, Kamis.

Rahayuningtyastuti mengatakan jumlah penderita DBD di Kecamatan Banyudono hingga pertengahan Pebruari 2016 mencapai 22 kasus yang tersebar di sembilan desa itu.

Menurut dia, banyaknya pasien penyakit DBD tersebut diakibatkan pada Januari dan Februari curah hujan tinggi sehingga banyak tandon air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Selain itu, kata dia, kesadaran masyarakat untuk melakukan gerakan PSN juga belum bisa optimal.

"Pada 2015 jumlah kasus demam berdarah hanya 32 kasus dan kini sejak Januari hingga Pebruari sudah 22 kasus," katanya.

Ke-22 kasus tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit UMUM Daerah Pandanarang Boyolali, RSU Banyudono dan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Kabupaten Klaten.

Ia mengatakan para pasien yang dinyatakan terserang penyakit demam berdarah berdasarkan hasil pemeriksaan trombosit darahnya semakin hari semakin menurun dan jika tidak segera mendapatkan perawatan dapat beresiko pendarahan yang dapat berakibat fatal.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut positif dengan kegiatan gerakan PSN secara serentak karena dengan cara menguras, mengubur, membersihkan tandon air setiap 10 hari sekali.

"Langkah ini, dapat memutuskan mata rantai perkembangbiakan siklus nyamuk mulai dari telur, jentik dan pupa hingga nyamuk dewasa selama 10 hari," katanya.

Menurut dia, pemberantasan sarang nyamuk lebih tepat dari pada fogging karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan jentik-jentiknya tidak dapat mati.

Satu nyamuk dewasa dapat bertelur hingga 1.500 telur.
"Kita banyangkan jika 100 nyamuk bertelur bareng di tandon air, maka akan menetas menjadi ribuan jentik dan berkembang nyamuk dewasa," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, gerakan PSN harus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan agar wabah DBD dapat diantisipasi.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026