
Banjir Bengawan Solo Mulai Surut

Elevasi air yang berada di Pos Pengamatan Bengawan Solo di Jurug, Solo, Kamis dini hari pukul 02.30 sampai 03.00 WIB sempat mencapai 8,99 meter yang berarti siaga tiga, tetapi pada pukul 09.00 WIB turun menjadi 8,27 meter, siaga dua, kata Petugas Pos Pengamatan Bengawan Solo di Jurug, Solo Haryanto kepada Antara, di Jurug.
Ia mengatakan meskipun elevasi air Bengawan Solo sekarang ini sudah turun dari siaga tiga menjadi siaga dua masyarakat yang tinggal disekitar aliran Bengawan Solo diminta tetap waspada, karena sewaktu-waktu air yang ada di sungai ini bisa meluap.
"Saya minta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai Bengawan Solo utamanya yang berada di bagian hilir seperti di Sragen, Ngawi, Bojonegoro tetap waspada, karena intensitas hujan di bagian hulu sungai tersebut dipredisikan masih tinggi," katanya.
Dikatakan curah hujan yang menyebabkan Bengawan Solo banjir pada hujan Rabu (10/2) mencapai 60 mililiter, dan ini cukup tinggi dan sekarang ini untuk daerah hulu anak sungai tersebut situasinya masih berawan dan sewaktu-waktu bisa turun hujan lagi.
Haryanto mengatakan banjir kali ini, air yang masuk ke Bengawan Solo berasal dari anak-anak sungai yang berasal daerah Gunung Merapi, Gunung Lawu dan lain-lain. "Jadi banjir kali ini bukan air dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri," katanya.
Ia mengatakan Waduk Gajah Mungkur sekarang ini masih dalam tahap pengisian air. Jadi tidak mungkin air dari waduk tersebut dilepas ke sungai Bengawan Solo, yang membuat banjir pasokan air dari Sungai Dengkeng yang mata airnya dari Gunung Merapi dan sungai Samin dan Jlantah yang mata airnya dari Gunung Lawu.
"Ya sungai-sungai yang mengakibatkan banjir Bengawan Solo ini posisinya berada di bawah Waduk Gajah Mungkur Wonogiri," katanya.
Warga Kota Solo yang kebanjiran berada di daerah bantaran Bengawan Solo di Kampung Sewu Putat, Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres, sebanyak 47 kepala keluarga (KK) dan mereka telah diungsikan di tanggul sungai tersebut dan sebagian kerumah saudaranya yang tidak kebanjiran.
Pewarta: Joko Widodo
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
