
Ribuan Warga "Serbu" Festival Durian meski Belum Dibuka

Rencananya, Festival Durian 2016 di Gunungpati baru dibuka secara resmi pada Sabtu (6/2) oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, disertai arak-arakan membawa replika durian raksasa.
Di Kecamatan Gunungpati terdapat satu varietas unggul, yakni durian montong gunungpati (monti) yang akan diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui festival yang berlangsung hingga 7 Februari mendatang.
Para penjual durian yang berada di stan-stan yang sudah disiapkan pun terlihat dipadati pengunjung yang ingin menikmati durian yang disajikan dengan harga yang bervariasi di bawah Rp100 ribu/buah.
"Pada hari pertama (5/2) penyelenggaraan Festival Durian Gunungpati ini digelar lomba buah durian unggul yang diikuti sebanyak 56 peserta," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana.
Namun, pembukaan secara resminya baru dilakukan pada Sabtu (6/2) mendatang yang rencananya dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk membuka, sekaligus digelar arak-arakan buah durian lokal.
Penyelenggaraan festival durian di Objek Wisata Goa Kreo, kata dia, membuat masyarakat bisa menikmati buah durian sepuasnya, sekaligus berlibur menikmati pemandangan alam di objek wisata itu.
Ia menyebutkan rata-rata durian yang dijual dalam festival itu ditawarkan harga di bawah Rp100 ribu/buah, kecuali jenis durian monti yang merupakan varietas durian unggul dari wilayah setempat.
Rusdiana mengatakan setidaknya ada dua varietas durian unggul yang dimiliki Kota Semarang, yakni durian monti dari Kecamatan Gunungpati dan satu lagi varietas durian kholil dari Kecamatan Mijen.
Salah satu peserta Festival Durian Gunungpati, Anto mengakui baru sekali ini mengikuti festival itu dengan menawarkan durian unggulan lainnya, yakni durian jenis kendil ijo dan keong emas.
"Karakteristik dua jenis durian ini adalah rasa dan ukuran. Kalau durian keong mas rasanya hanya manis dan ukurannya kecil, namun durian kendil ijo ada rasa manis dan pahitnya," katanya.
Untuk harga yang ditawarkan, Anto mengatakan masih terjangkau, yakni di bawah Rp100 ribu/buah karena ingin mengenalkan varietas itu kepada masyarakat sehingga ke depan bisa memperluas pasar durian lokal.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
