Logo Header Antaranews Jateng

Kunci Menemani Anak Belajar Sains

Kamis, 3 Desember 2015 08:28 WIB
Image Print
ilustrasi Para peneliti Jerman dan Indonesia dalam pameran sains san teknologi di Museum nasional, Senin. (Ida Nurcahyani)

"Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar anak tidak merasa takut saat belajar sains," kata selebriti sekaligus aktivis anak Dewi Huges di Jakarta, Rabu.

Perempuan asal Bali tersebut mengemukakan, pendamping perlu menghindari kata-kata yang berbau mematahkan semangat, menyindir, menuduh, atau perkataan lain yang bisa membuat anak berkecil hari.

Dalam belajar sains, lanjut Huhes, anak-anak perlu merasa senang dan nyaman tanpa terintimidasi takut salah, agar ilmu pengetahuan tersebut dapat benar-benar diterima oleh anak.

"Jadi, sebaiknya perlu 'mengunci mulut'. Hindari perkataan awas salah atau semacamnya. Sehingga, anak-anak bebas mengeksplorasi yang ingin mereka ketahui," kata Huges.

Selain perkataan, pembimbing juga perlu menjaga bahasa tubuh yang digunakan ketika merespon apa yang dilakukan anak-anak saat belajar sains.

Mengingat, 55 persen dari komunikasi adalah bahasa tubuh, maka hal ini sangat mempengaruhi respon anak saat belajar sains.

Maka, mengacungkan jempol, bertepuk tangan atau melempar senyum saat anak berhasil mengerti apa yang ia pelajari adalah satu motivasi yang baik.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026