Logo Header Antaranews Jateng

Debat Kedua Pilkada Semarang Sempat Gaduh

Sabtu, 28 November 2015 06:35 WIB
Image Print
Ilustrasi- Pilkada (Foto: Antara News)

Kegaduhan itu membuat pasangan calon sempat berhenti sejenak saat menyampaikan paparan dan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan Prof F.X. Sugiyanto, ekonom Universitas Diponegoro Semarang, sang moderator.

Seperti calon wakil wali kota Agus Sutyoso yang merasa terganggu dengan yel-yel dan teriakan yang berasal dari tempat pendukung pasangan calon lain sehingga menghentikan sejenak paparan yang disampaikannya.

"Ini waktunya hanya dua menit Pak Moderator," protes Agus yang berpasangan dengan calon wali kota Sigit Ibnugroho Sarasprono diusung Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Golkar itu.

Moderator akhirnya menghitung kembali dari awal untuk memberikan kesempatan mantan Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang itu, merampungkan paparan yang disampaikan.

Calon wali kota Hendrar Prihadi (Hendi) juga mengaku merasa terganggu dengan kegaduhan selama berlangsung debat sehingga sempat pula menghentikan paparannya sejenak menunggu suasana kondusif.

"Memang tadi gangguan dari pendukung sangat mengganggu. Saya tadi sempat menghentikan pernyataan," kata Hendi yang berpasangan dengan calon wakil wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita).

Hendi-Ita dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) diusung oleh koalisi tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat pada pemilihan kepala daerah di Kota Semarang 2015.

Bahkan, kegaduhan yang ditimbulkan juga membuat sang moderator terganggu konsentrasinya sehingga beberapa kali keliru menyampaikan, termasuk hampir melewatkan kesempatan calon lain untuk menjawab.

Beruntung, calon wali kota Soemarmo HS yang kesempatannya menjawab pertanyaan hampir terlewat langsung mengingatkan moderator dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Undip itu langsung menyadarinya.

Berpasangan dengan calon wakil wali kota Zuber Safawi, Soemarmo diusung oleh Koalisi Bangkit Sejahtera yang dibangun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Saya senang kalau Anda juga senang, tetapi saya lebih senang kalau Anda lebih tenang. Konsentrasi saya jadi terganggu," kata moderator, mengingatkan para pendukung masing-masing pasangan calon untuk tenang.

Untuk membuat suasana tetap kondusif, ada beberapa pendukung yang terpaksa dikeluarkan dari area debat oleh petugas keamanan, termasuk penyitaan dua atribut kampanye berupa bendera dari pendukung salah satu pasangan calon.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Henry Wahyono mengakui kurang kondusifnya suasana debat putaran kedua yang mengusung tema "Sinergi Pembangunan Kota" dan disiarkan langsung TVRI Semarang itu.

"Saya tadi diingatkan Pak F.X. Sugiyanto (moderator, red.). Beliau menyarankan untuk memberikan semacam peringatan untuk pendukung. Pertama 'kartu kuning', kalau kelewatan 'kartu merah', dikeluarkan," katanya.

Meski sempat gaduh, pelaksanaan debat putaran kedua yang berlangsung di Auditorium RRI Semarang itu, tetap lancar hingga penghujung acara dengan pengamanan cukup ketat dari aparat kepolisian.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026