Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah Menguat Menjadi Rp13.672 per Dolar

Senin, 2 November 2015 11:16 WIB
Image Print
Ilustrasi - Nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin mengatakan bahwa dolar AS mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah setelah data indeks sentimen konsumen yang dirilis University of Michigan untuk bulan Oktober 2015 gagal memenuhi konsensus pasar yang sebesar 92,5.

"Indeks sentimen konsumen Amerika Serikat sebesar 90,0 untuk Oktober, lebih rendah dari konsensus pasar yang sebesar 92,5," paparnya.

Ia menambahkan bahwa disahkannya dengan syarat Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2016 menjadi Undang Undang pada Jumat (30/10) malam diharapkan menambah sentimen positif bagi rupiah.

"Diharapkan juga sentimen dari data inflasi Oktober 2015 yang datang pagi ini masih dalam tren penurunan, diperkirakan inflasi Oktober 2015 di kisaran 6,3-6,4 persen secara tahunan," katanya.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa harapan data produk domestik bruto (PDB) Indonesia periode kuartal III 2015 yang akan diumumkan pada pekan ini mencatatkan perbaikan sehingga menambah sentimen positif bagi rupiah ke depannya.

"Diharapkan pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal III tahun ini dapat menambah sentimen positif bagi rupiah ke depannya," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2015 ini akan tumbuh sekitar 4,8 persen dari 4,7 persen pada kuartal sebelumnya. Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan yakni beberapa kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026