
Kebakaran Hutan di Pegunungan Muria Meluas

"Jika pada Senin (28/9) areal hutan yang terbakar tercatat sekitar 2 hektare, kini mencapai 3 hektare lebih," ujarnya di Kudus, Selasa.
Upaya pemadaman kebakaran, kata dia, masih mengandalkan cara manual dengan membersihkan alang-alang atau tanaman yang mudah terbakar sebagai pemisah dari lahan yang terbakar dengan yang belum terbakar menggunakan parang maupun sabit.
Karena lokasinya yang sulit dijangkau, kata dia, upaya pemadaman memang tidak bisa maksimal karena mempertimbangkan keselamatan petugas gabungan.
Petugas gabungan yang diterjunkan hari ini (29/9), kata dia, mencapai ratusan, meliputi personel dari BPBD Kudus, TNI, Polisi, relawan, PMPH (Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan) Kudus, Regu Pencari dan Penolong (SAR) dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Kudus.
"Mereka secara bergantian menuju lokasi kebakaran di Pegunungan Muria blok 45 Petung Lestari Argowiloso untuk melakukan pemadaman dengan cara sederhana," ujarnya.
BPBD Kudus, lanjut dia, juga membuat posko di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus, untuk memantau perkembangan setiap saat.
Salah satu personel dari Kodim 0722/Kudus yang ikut terjun ke lokasi kebakaran, Kopda Susanto didampingi Pelda Arif membenarkan, bahwa hutan di Pegunungan Muria yang terbakar saat ini memang semakin meluas.
"Beberapa lokasi yang sulit dijangkau, salah satunya yang berada di tebing memang sulit dipadamkan," ujarnya.
Akibatnya, lanjut dia, upaya pemadaman dengan cara melokalisir lahan yang terbakar terkendala dengan kondisi tersebut.
Meskipun hanya terlihat bara apinya, kata dia, ketika diterpa angin ranting maupun semak-semak yang kering turut mempermudah terjadinya perluasan lahan yang terbakar.
Adapun dugaan sementara penyebab kebakaran karena adanya pendaki yang membuang puntung rokok yang masih ada bara apinya pada Minggu (27/9) malam tanpa mematikannya terlebih dahulu.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
