
Debit Air Ratusan Daerah Irigasi di Temanggung Turun

Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung, Arief CH, Selasa, mengatakan sebanyak 577 daerah irigasi itu mengairi 17.771 hektare areal pertanian di 20 kecamatan di wilayah Temanggung.
Ia menyebutkan sejumlah daerah irigas tersebut, terdiri atas 100 irigasi teknis dan lainnya berupa irigasi setengah teknis dan tradisional. Daerah irigasi teknis terdapat di enam kecamatan, yakni Ngadirejo, Wonoboyo, Temanggung, Kranggan, Kedu, dan Tembarak.
Ia mengatakan kerena banyak saluran irigasi tradisional dan setengah teknis maka banyak daerah irigasi yang tidak dijaga oleh petugas dan pencatatan debit airnya tidak dilakukan secara rutin.
"Hanya ada beberapa daerah irigasi yang terpantau dan tercatat oleh DPU. Lainnya dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Mereka hanya melaporkan pada kami jika ada kerusakan bendung irigasi," katanya.
Ia mencontohkan daerah irigasi yang mengalami penurunan debit tersebut, yakni daerah irigasi Jombor di Kecamatan Jumo yang membendung Kali Progo semula debit airnya mencapai 240 liter per detik, saat ini turun menjadi 224,5 liter per detik. Daerah irigasi Jombor mengairi 74 hektare areal pertanian di sekitarnya.
Daerah irigasi Sitalang di Kecamatan Jumo yang juga membendung Kali Progo, debit airnya semula mencapai 148 liter per detik, pada musim kemarau ini turun menjadi 91,2 liter per detik. Daerah irigasi Sitalang mengairi 158 hektare areal pertanian.
"Penurunan debit air daerah irigasi ini tidak berdampak terlalu besar bagi pertanian di Temanggung, karena pada musim kemarau seperti sekarang ini lahan dimanfaatkan petani untuk menanam tembakau yang tidak membutuhkan banyak air," katanya.
Guna mengatasi kekeringan di areal pertanian tadah hujan di Kecamatan Kaloran, Pemkab Temanggung berencana membangun bendungan dengan memanfaatkan aliran Sungai Tingal. Pembangunan bendungan ini mulai dilakukan 2016.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
