Logo Header Antaranews Jateng

Pendukung Persis Dievakuasi

Minggu, 5 Juli 2015 08:51 WIB
Image Print
ilustrasi

Rombongan pendukung Persis yang mengendarai sepeda motor maupun bus dikawal petugas kepolisian untuk melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Wawan Kurniawan evakuasi para pendukung Persis tersebut telah dikoordinasikan dengan PT Jasa Marga.

"Untuk kebaikan bersama, kami memilih opsi ini sambil dikawal petugas," katanya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, rombongan suporter tersebut dikawal petugas Brimob dan Dalmas.

Pertandingan babak final leg pertama Turnamen Sepak Bola Piala Polda Jateng di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (4/7) malam, antara tuan rumah PSIS melawan Persis Solo berlangsung ricuh, puluhan penonton luka-luka terkena letusan petasan dan lemparan batu.

Akibatnya, pertandingan kedua tim dihentikan pada menit ke-26 saat kedudukan 1-0 untuk keunggulan tuan rumah karena situasi tidak memungkinkan.

Kejadian tersebut bermula gol pemain PSIS yang diciptakan Johan Yoga pada menit ke-26 melalui sundulan kepala setelah menerima umpan silang dari Bakhori. Usai gol tersebut penonton langsung menyalakan kembang api dan petasan.

Suporter Persis Solo yang berada di tribun barat (pintu B) Stadion Jatidiri tersebut mengarahkan petasan kepada penonton yang juga berada di tribun barat sekitar tempat duduk VIP yang di bawahnya tempat pada awak media melakukan peliputan pertandingan tersebut.

Akibatnya penonton dan awak media menjadi kalang kabut karena lemparan petasan kemudian botol minuman bahkan batu dari arah suporter Persis Solo sehingga situasi tidak terkendali.

Petugas keamanan dan panitia pertandingan yang melihat kejadian tersebut berusaha mencegah kejadian tersebut tetapi aksi lempar petasan dan botol minuman serta batu terus terjadi sehingga mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka.

Pendukung Persis sempat dihadang pendukung PSIS di sekitar Jatingaleh sebelum akhirnya dievakuasi melalui jalan tol meninggalkan Semarang.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026