Logo Header Antaranews Jateng

Pengrajin Buat Miniatur Kapal Pinisi dari Kardus Bekas

Sabtu, 27 Juni 2015 20:44 WIB
Image Print
ilustrasi

"Meski bahan bakunya dari kardus bekas dan perca (sobekan/ potongan kecil kain sisa dari jahitan, red.), barang ekonomi kreatif berupa perahu layar dengan corak batik itu terlihat sangat indah," kata Denok Marty Astuti (27), pengrajin warga Jalan Dahlia Nomor 28 Purwosari Laweyan, Solo, Sabtu.

Masyarakat, menurut Denok, tidak menyangka jika kerajinan tersebut terbuat dari kardus bekas dan perca. Masalahnya, miniatur perahu layar tradisional asal Sulsel itu terlihat meriah dan mewah.

"Produk kerajinan ini sempat menjadi perhatihan pengunjung saat mengikuti pameran Java Expo di Solo, beberapa waktu lalu," kata Denok yang mengaku mendesain kerajinan itu.

Menurut dia, banyak pengunjung dalam pameran tersebut ingin mengenal produk lebih dekat agar mereka mengatahui cara pembuatannya.

Denok yang mengaku sebagai salah satu pembimbing ekonomi kreatif di Rutan Kelas I Surakarta itu mengatakan bahwa miniatur pinisi tersebut merupakan produksi warga binaan di rutan setempat.

Pemilik CV Republik Hasta Kriya Solo itu berharap warga binaan itu kelak kembali ke tengah masyarakat bisa mandiri mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sendiri.

Menyinggung soal harga, Denok mengatakan bahwa harga kerajinan miniatur pinisi tersebut bervariasi atau bergantung pada ukurannya. Misalnya, perahu layar ukuran kecil sebesar Rp75 ribu per buah, sedangkan ukuran besar mencapai Rp100 ribu/buah.

Ketika produknya berada di arena pameran, Solo, kata dia, ada warga asing yang membeli dan mereka ingin belajar cara merangkai miniatur pinisi dan tas cantik dari bahan plastik bekas bungkus.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026