Logo Header Antaranews Jateng

Meski Perahu Bocor, Empat Nelayan Selamat

Kamis, 4 Juni 2015 19:18 WIB
Image Print
ilustrasi


"Alhamdulillah selamat. Mereka ditemukan di perairan selatan Pangandaran, Jawa Barat, oleh nelayan setempat sedangkan kondisi perahu mengalami kebocoran," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis petang.

Keempat nelayan itu sudah berada di Pangandaran untuk beristirahat setelah beberapa jam terombang-ambing di laut dan selanjutnya akan diantar pulang ke Cilacap pada Kamis sore.

"Namun mereka masih khawatir terhadap perahunya, siapa nanti yang akan menunggu, siapa yang akan menguras air dari dalam perahu," katanya.

Pihaknya telah menghubungi keluarga keempat nelayan tersebut agar mereka bisa kontak ke Pangandaran.

"Silakan berembuk, enaknya bagaimana karena keluarga di sini (Cilacap, red.) sudah khawatir sejak tadi malam," katanya.

Seperti diwartakan, empat nelayan asal Cilacap dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan selatan Jateng.

Keempat nelayan itu bernama Waryono (50), Wardi (25), Sentot (47), dan Sirus (60), warga Jalan Kolonel Sugiono RT 02 RW 04, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap.

Mereka berangkat melaut pada hari Rabu (3/6), pukul 03.30 WIB, dengan menggunakan perahu Amar Jaya untuk mencari ikan di seputaran perairan Cimiring, Pulau Nusakambangan, hingga Srandil, Kecamatan Adipala, Cilacap.

Rencananya, mereka akan kembali pada hari Rabu (3/6), pukul 13.00 WIB, namun hingga pukul 00.00 WIB, mereka tidak terlihat mendarat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sentolo Kawat, Cilacap.

Oleh karena kehilangan kontak, keluarga keempat nelayan itu melapor ke Basarnas Pos SAR Cilacap.

Upaya pencarian empat nelayan itu hanya bisa melalui jalur darat dan menyebarkan informasi ke berbagai pihak karena Basarnas dan potensi SAR yang ada di Cilacap terkendala gelombang tinggi yang sedang melanda perairan selatan Jateng.

Dalam hal ini, tinggi gelombang di perairan selatan Jateng mencapai kisaran 3-5 meter sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian melalui jalur laut.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026