Logo Header Antaranews Jateng

Harga Ikan Asin Pun Melonjak 30 Persen

Jumat, 9 Januari 2015 17:19 WIB
Image Print
Seorang menunjukkan ikan teri

Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Kebumen mencatat kenaikan harga ikan asin itu disebabkan pasokan dari nelayan menurun sehingga harga naik tajam

"Kenaikan harga ikan asin diperkirakan karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat yang menyebabakan nelayan banyak yang tidak melaut. Akibatnya pasokan ikan laut berkurang dan harga menjadi naik," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Disperindagsar Pemkab Kebumen, Agung Patuh, di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat.

Berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional skala besar di kawasan selatan Provinsi Jawa Tengah itu selama dua minggu terakhir, harga ikan teri asin yang semula Rp20.000 per kilogram naik menjadi Rp27.000 atau melonjak 30 persen lebih.

Ikan asin peda yang semula harganya Rp15.000 per kilogram, naik menjadi Rp20.000, dan ikan asin layur naik dari Rp20.000 menjadi Rp21.000.

"Kenaikan terjadi mulai dari tingkat pedagang besar," katanya.

Ia mengatakan sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga.

Harga kol yang semula Rp4.000 per kilogram, naik menjadi Rp5.000, wortel dari Rp8.000 menjadi Rp10.000, dan bawang merah dari Rp15.000 menjadi Rp16.000.

Harga daging ayam ras naik dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp28.000 dan gula pasir dari Rp9.000 menjadi Rp9.500.

Ia mengatakan persediaan berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat di daerah itu, relatif mencukupi hingga beberapa waktu ke depan.

"Kalau distribusi dari pemasok ke pasar-pasar relatif lancar, meskipun saat ini musim hujan," katanya.

Petugas Disperindagsar Kabupaten Kebumen, katanya, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah setempat, terutama di berbagai pasar tradisional skala besar.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026