Logo Header Antaranews Jateng

Perluas Pasar, Pemprov Terus Sosialisasikan e-Marketing

Rabu, 1 Oktober 2014 16:38 WIB
Image Print
Pekerja melakukan proes pembuatan Al Quran dari lempengan tembaga di Sentra kerajinan Tembaga, Tumang, Boyolali, Jateng, Rabu (13/2). Kerajinan yang dijual seharga Rp 50 Juta perset tersebut guna memenuhi permintaan ke sejumlah negara seperti Malaysi

"Kami bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia sudah merintis elektronik marketing ini, salah satu yang kami lakukan yaitu mendidik pelaku UKM untuk melakukan pemasaran berbasis web," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko di Semarang, Rabu.

Dari keseluruhan UKM yang ada di Jawa Tengah, saat ini sebagian besar sudah bergantung pada pemasaran melalui web atau internet.

"Ini merupakan hasil yang bagus, memang kami berupaya agar seluruh pelaku UKM di Jawa Tengah ke depan bisa melakukan pemasaran melalui elektronik marketing ini," jelasnya.

Untuk mengimbangi upaya perluasan pasar tersebut, pihaknya berharap agar produk yang dihasilkan oleh pelaku UKM sesuai dengan standar pasar global di antaranya halal, SNI, higienis, dan dilengkapi dengan sertifikat ISO.

Dalam menghadapi gempuran produk asing yang masuk ke Indonesia, elektronik marketing menjadi salah satu upaya agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan keberadaan produk asing.

"Secara fisik kita tidak bisa memblokir produk asing untuk masuk ke Indonesia, tetapi paling tidak mulai dari cinta produk dalam negeri sekaligus menyelaraskan standar produk maka kita tidak akan kalah bersaing," jelasnya.

Sudjarwanto mengatakan, beberapa produk asli Jawa Tengah yang sudah melakukan elektronik marketing di antaranya kerajinan tembaga di Tumang Boyolali dan knalpot dari Purbalingga.

Untuk meningkatkan jumlah UKM agar melakukan pemasaran melalui elektronik marketing, pihaknya tengah menyiapkan gedung SME (Small and Medium Enterprise) Marketing yang akan beroperasi pada bulan November mendatang.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026