
Jadi Jalur Alternatif, Jalan Mangunharjo Dibeton

"Selama ini jalur itu (Mangunharjo, red.) sering dilewati banyak kendaraan, termasuk truk-truk dengan tonase berlebih," kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang, Selasa.
Ia mengakui jalur Mangunharjo memang menjadi pilihan masyarakat sebagai akses alternatif menuju kawasan Tembalang dan Banyumanik dengan waktu tempuh yang relatif lebih cepat dibanding jalur kota.
Dengan arus kendaraan yang relatif padat setiap harinya, kata dia, ditambah truk-truk besar yang melewatinya membuat kondisi jalan yang beraspal itu menjadi mudah bergelombang dan berlubang.
"Karena itu, kami akan melakukan betonisasi untuk meningkatkan kualitas jalan. Daya tahan jalan beton bisa sampai 20-30 tahun ke depan, lebih lama dibandingkan dengan jalan yang hanya diaspal," katanya.
Meski demikian, kata dia, kendaraan yang nantinya melewati jalur itu setelah dibeton, terutama truk-truk besar harus dibatasi tonasenya agar tidak melebihi kekuatan jalan yang sudah ditetapkan.
Berkaitan dengan pengerjaan betonisasi Jalan Mangunharjo yang dimulai Selasa ini, pihaknya menutup satu jalur yang dari arah Sigarbencah sehingga pengendara harus memutar lewat Jalan Meteseh Semarang.
"Kami juga mengimbau para pengendara yang melewati jalur tersebut untuk berhati-hati karena sedang ada perbaikan. Kalau yang dari arah Sigarbencah atau Tembalang memutar lewat Meteseh," ungkapnya.
Besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek pengerjaan peningkatan kualitas Jalan Mangunharjo Semarang sepanjang sekitar 1,5 km tersebut, kata dia, mencapai sekitar Rp5,3 miliar.
Selain betonisasi, Dinas Bina Marga Kota Semarang juga membangun talud di sepanjang Jalan Mangunharjo dengan ketinggian yang bervariasi untuk mencegah longsor, apalagi sebentar lagi musim hujan.
"Perbaikan jalan serupa juga kami lakukan di titik lainnya, yakni Jalan Manyaran Semarang. Kami berupaya membenahi Kota Semarang agar lebih baik lagi dalam infrastruktur jalannya," pungkas Iswar.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
