
BI Dukung Pengembangan Klaster Cabai

"Saya dapat informasi bahwa di Kabupaten Purbalingga ada klaster cabai, tapi karakteristiknya berbeda dengan klaster cabai di Kulon Progo," kata Kepala Perwakilan BI Purwokerto Rahmat Hernowo, di Purwokerto, Kamis malam.
Hernowo mengatakan hal itu kepada Antara usai kegiatan "Capacity Building" yang diikuti Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.
Dalam kegiatan tersebut, keempat TPID tersebut diajak melakukan studi banding dengan TPID Yogyakarta yang meraih predikat juara nasional dalam pengendalian inflasi pada tahun 2013 serta mengunjungi klaster cabai binaan BI Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo.
Lebih lanjut, Hernowo mengatakan bahwa sentra produksi cabai di Purbalingga selama ini memasok cabai untuk memenuhi kebutuhan salah satu perusahaan besar sebagai induk.
"Perusahaan induk ini ternyata kontraknya sudah habis. Permasalahannya di situ," katanya.
Menurut dia, klaster cabai yang dikembangkan di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, berbeda dengan budi daya cabai di Purbalingga.
Di klaster cabai Desa Bugel, kata dia, dilakukan upaya mempertemukan pedagang dan pembeli melalui pasar lelang cabai yang melibatkan asosiasi petani dan asosiasi pedagang.
"Pembelinya itu di antaranya pedagang Pasar Induk Kramatjati. Kita tahu bahwa Pasar Induk Kramatjati sebagai sentra perdagangan sayur mayur di Jakarta yang sangat besar," katanya.
Seandainya sentra produksi cabai Purbalingga bisa meniru klaster cabai Kulon Progo, kata dia, mungkin hal itu merupakan suatu terobosan.
Menurut dia, kondisi wilayah di eks Keresidenan Banyumas lebih subur dibanding Kulon Progo.
"Akan tetapi sekali lagi, kata kuncinya adalah masyarakatnya. Bagaimana caranya agar masyarakat bisa punya daya juang. Kalau tidak punya daya juang, didorong seperti apapun ya tidak akan maju," tegasnya.
Kendati demikian, dia mengaku tidak pesimistis karena permasalahan tersebut bisa direkayasa secara sosial selama dilakukan dengan kesabaran dan punya itikad baik.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
