"Meski ada sedikit persoalan, jadwal peletakan batu pertama pembangunan PLTU tetap akan dilaksanakan Oktober mendatang," kata Pimpinan PT BPI Batang, Ary Wibowo di Batang, Jumat.

Menurut dia, PT BPI kini terus melakukan proses tahapan kegiatan pelaksanaan pembangunan PLTU berkapasitas 2X1.000 megawatt itu agar dibangun sesuai jadwal.

Bebeberapa kegiatan yang kini dilakukan oleh BPI antara lain melakukan pembelian lahan milik warga, pendekatan terhadap masyarakat, melakukan sosialisasi, dan corporate social responsibility (CSR).

Terkait dengan penyiapan lahan pengganti pada warga terdampak PLTU, dia mengatakan, PT BPI sudah menyiapkannya dan kini memasuki tahapan proses perizinan.

"Kami sudah menyiapkan lahan pengganti itu. Hanya saja kini masih dalam proses perizinan di pemkab setempat. Yang jelas, PT BPI akan mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan terkait pembangunan PLTU itu," katanya.

Ia mengatakan untuk persoalan harga lahan, PT BPI menetapkan harga tanah sebesar Rp100 ribu permeter persegi bukan Rp400 ribu/meter persegi.

"Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dari semua pihak agar pembangunan PLTU dapat dilaksanakan sesuai target. Adapun masalah harga lahan tetap sebesar Rp100 ribu/meter persegi," katanya.

Pewarta : Kutnadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026