Arkeologi Temukan Pemukiman Zaman Neolitikum dan Megalitikum di Papua
Selasa, 20 Mei 2014 11:24 WIB
Di Cianjur, Jawa Barat, situs megalitikum juga berdiri di atas sebuah bukit (ANTARA/Virna P Setyorini)
Kepala Balai Arkeologi Jayapura Muhammad Irfan mengatakan penemuan itu didasari laporan warga kepada pihaknya awal Februari lalu.
"Jadi setelah dilaporkan kepada Balar Jayapura, kami langsung melakukan survei dan ekskavasi di lapangan. Dan hari ini adalah hari ke-10 penelitian dan ekskavasi," kata dia di Jayapura hari ini.
Ia menjelaskan dalam survei, penelitian, dan ekskavasi oleh tim beranggota enam orang itu, yang paling banyak ditemukan adalah cangkang yang diperkirakan jumlahnya ribuan hingga jutaan yang tersebar di Bukit Srobu. Bukit ini disebut Bukit Kerang oleh warga setempat.
Selain itu, ditemukan pula fragmen-fragmen gerabah bermotif, alat serpih, dan kapak yang merupakan peninggalan periode neolitikum.
Sedangkan temuan dari periode megalitikum, antara lain menhir, meja batu, tangga teras batu, dan bekas pemukiman.
"Ini menandakan penemuan di bukit yang tak jauh dari permukaan laut itu, cukup komplit dan kompleks, karena ada bekas rumah,," katanya.
Ketua tim ekskavasi Erlin N.J. Djami yang ditemui di Bukit Srobu, mengatakan selain fragmen gerabah, menhir, dan meja batu, ditemukan juga dakon dan tulang-tulang manusia.
"Menurut pernyataan warga setempat di bukit ini juga pernah jadi tempat bersembunyi tentara Jepang semasa Perang Dunia II. Lalu ada tulang-tulang manusia tapi belum bisa dipastikan apakah itu milik penduduk setempat atau tentara Jepang," katanya.
Balai Arkeologi Jayapura sendiri belum mempunyai laboratorium untuk mengetahui penanggalan pasti dari benda-benda neolitikum dan megalitikum guna meneliti umur tulang-tulang di bukit itu.
"Yang kami sedang kejar adalah penemuan arang atau sisa-sisa dapur memasak untuk bisa diketahui lewat pengukuran karbon," katanya.
Berdasarkan hasil penelitian dan ekskavasi yang akan berakhir 23 Mei 2014 itu, Balai Arkeologi Jayapura segera membuat laporan dan mengusulkan kepada pihak terkait agar Bukit Srobu menjadi situs penelitian atau laboraturium alam bagi pelajar dan mahasiswa di Jayapura dan Papua.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Jepara temukan dua korban tenggelam di Air Terjun Watu Bobot kondisi meninggal dunia
28 March 2026 16:26 WIB
Tim gabungan temukan tiga santriwati terseret arus Sungai Lusi Blora meninggal
12 December 2025 18:58 WIB
Tim SAR gabungan temukan dua korban tanah longsor Banjarnegara di hari ketujuh
23 November 2025 8:38 WIB
Tim SAR gabungan kembali temukan dua korban tanah longsor Cilacap pada hari ketujuh
19 November 2025 14:08 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
PILARS Sekolah Vokasi Undip sajikan desain interior di Musda HDII Jateng 2026
14 April 2026 12:29 WIB