Campuran Solar dan Bio Oil Akan Hemat BBM
Jumat, 11 April 2014 10:43 WIB
Kepala BPPT Marzan A. Iskandar (ANTARA)
"Dengan campuran antara solar dan bio-oil, harga BBM-nya akan lebih murah dibanding jika hanya solar, selisihnya bisa Rp500-Rp1.000 per liter," kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar seusai penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pelni dan BPPT di Jakarta, Kamis
Berbeda dengan bio-diesel yang proses pembuatannya cukup panjang dan sulit, bio-oil lebih mudah dan sederhana karena hanya merupakan minyak sawit mentah (CPO) yang dibersihkan.
"Bio-oil tak memerlukan pabrik seperti pembuatan bio-diesel. Pembuatannya agak mirip seperti membuat minyak curah. Jadi keuntungan lainnya kalau digunakan di kapal, tak ada lagi bau polusi solar, justru akan digantikan bau pisang goreng," katanya.
Dikatakan Marzan, BPPT telah mempraktikkan hasil riset ini di PLN dengan menggunakan campuran bio-oil 5-10 persen dalam solar.
"Bahkan sudah diuji coba dengan perbandingan 50:50 dan mesin PLN tetap berjalan baik," katanya.
Menurut dia, untuk mesin kapal yang bergeraknya konstan, bio-oil akan tetap cocok. Berbeda dengan mobil yang sering melakukan akselerasi, hanya sesuai dengan campuran bio-diesel," katanya.
Ia mengatakan, penggunaan bio-oil juga akan menjaga stabilitas harga CPO karena "oversupply" CPO memberi peluang harga CPO Indonesia dipermainkan di pasar global.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelni Syahril Japarin mengatakan, pihaknya meminta BPPT mengaudit penggunaan bahan bakar minyak kapal-kapal Pelni untuk mengurangi biaya energi yang telah mencapai Rp1,4 triliun per tahun atau sekitar 60 persen dari total biaya operasional perusahaan.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim peneliti UMS ciptakan alat pemantau filter solar dukung efisiensi distribusi BBM nasional
11 November 2025 19:26 WIB
Penyalahgunaan BBM bersubsidi di Banyumas, pelaku miliki 10 barcode solar subsidi
06 March 2025 11:12 WIB
BKPM sebut pabrik SEG Solar di KITB dorong pemanfaatan energi bersih
30 September 2024 20:42 WIB, 2024
Pasok gas bumi 18 BBTUD, PGN dukung pengembangan industri solar panel
15 August 2024 16:47 WIB, 2024
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB
Dosen UIN Walisongo paparkan metode melihat hilal yang lebih efisien dan tepat sasaran
30 October 2025 12:03 WIB