Citra Satelit Tiongkok Signifikan dengan MH370
Minggu, 23 Maret 2014 15:39 WIB
Dokumen citra satelit Geofan-1 Tiongkok yang memperlihatkan kemungkinan benda terkait pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014. (Xinhua)
"Sangat penting, itu sudah terdeteksi oleh dua satelit yang berbeda 38 jam terpisah," ujar peneliti bawah laut dari Blue Water Recoveries itu layaknya dikutip Radio Australia ABC, Minggu.
Mearns mengemukakan pendapatnya itu berdasarkan temuan citra satelit Badan Keselamatan Maritim Australia (AMSA) pada 16 Maret yang diumumkan Perdana Menteri Australia Tony Abbot pada Kamis (20/3), dan temuan citra beresolusi tinggi dari satelit Tiongkok pada 18 Maret yang diumumkan pihak berwenang Malaysia di Kuala Lumpur pada Sabtu (22/3).
David Mearns dalam 25 tahun terakhir ini tercatat sukses menemukan sejumlah kapal karam, antara lain AHS Centaur (kapal medis yang ditenggelamkan kapal selam Jepang dalam Perang Dunia II), HMAS Sydney (kapal perang Australia), Kormoran (kapal penjelajah Jerman yang karam ditembak HMAS Sydney), HMS Hood (kapal Inggris yang karam ditembak kapal Bismark Jerman dalam Perang Dunia II), dan Esmeralda (kapal petualangan Portugis yang dinahkodai Vasco dan Gama).
Penemu kapal kargo MV Rio Grande, yang ditenggelamkan kapal perang Jerman pada 1944 di perairan Brazil sedalam 5,762 meter, itu mengemukakan bahwa citra satelit dari Badan Keselamatan Maritim Australia (AMSA) maupun Tiongkok yang jaraknya berbeda sangatlah dimungkinkan.
"Itu memberi kita pemikiran sangat sederhana, ada kecepatan pergeseran rata-rata 1,7 knot. Sekarang kita mencoba menerapkan temuan lebih maju itu, berpikir di mana puing-puing yang lima hari dari yang gambar terakhir bergeser. Saya merasa jauh lebih optimistis sekarang daripada kemarin," ujarnya menambahkan.
Potensi penampakan citra satelit Tiongkok diumumkan pihak berwenang Malaysia dalam jumpa pers di Kuala Lumpur tadi malam.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang mengatakan, Australia segera diberitahu tentang penampakan citra satelit yang terpantau pihaknya.
"Apakah objek mengambang yang tidak biasa terkait dengan pesawat penumpang hilang menunggu analisis lebih lanjut dan verifikasi," katanya.
Ia pun mengemukakan, "Angkatan laut dan pasukan penyelamatan udara Tiongkok bergegas ke daerah yang relevan di Samudera Hindia selatan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan."
Sementara itu, Warren Truss mewakili Perdana Menteri Australia Tony Abbot, yang melakukan perjalanan dinas ke Papua Nugini, mengumumkan bahwa upaya pencarian Malaysian Airlines MH370 akan berlanjut sampai hal itu "akan menjadi sia-sia", dan bahwa biaya untuk pencariannya bukan faktor penting.
Malaysia Airlines MH370 yang berpenumpang 239 orang, termasuk awak kabin, dinyatakan hilang sejak 8 Maret 2014.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Semarang: Petakan lahan kosong dari satelit cegah kebakaran
05 October 2023 8:55 WIB, 2023
PSN nilai peluncuran SATRIA-1 buka era konektivitas digital di Indonesia
19 June 2023 8:56 WIB, 2023
Telkom bangun "high throughput satellite" perkuat kedaulatan digital Indonesia
28 October 2021 18:24 WIB, 2021
Di tengah pandemi Corona, satelit militer perdana Iran sukses mengorbit
22 April 2020 14:35 WIB, 2020
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017