Pimpinan PT BPI Batang Ary Wibowo di Batang, Senin, mengatakan bahwa kegiatan program Ramadan 2013 ini sebagai upaya menjalin silaturahmi dengan warga desa terdampak, seperti Desa Tulis, Wonokerso, Roban, Kenconorejo, Bakalan, Beji, Simbang Jati, Karanggeneng, Ponowareng, Ujungnegoro, Juragan, dan Kedungsegog.

"Kegiatan Ramadan yang telah disiapkan, antara lain buka puasa bersama, saur 'on the street', lomba peringatan Nuzulul Quran, istigasah, menyiapkan makanan dan minuman untuk takjil (mempercepat dalam berbuka puasa, red.), posko Lebaran, dan zakat fitrah," katanya.

Ia mengatakan bahwa kegiatan buka bersama warga, anak yatim piatu, dan para kepala desa akan diselenggarakan di masjid.

Pada kegiatan tersebut, kata dia, PT BPI juga telah memberikan infak pada masing-masing masjid sebagai partisipasi pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah.

"Selanjutnya, setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebanyak 298 orang," katanya.

Pada program "saur on the street" disambut positif oleh warga yang terkena dampak proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Lomba dalam peringatan Nuzulul Quran dan istigasah, kata dia, diikuti oleh 189 anak yang berasal dari Desa Ponowareng, Karanggeneng, dan Ujungnegoro.

"Adapun kegiatan terkait dengan takjil, kami bagikan makanan dan minuman ke masjid sekitar Kelurahan Watesalit dan orang yang melintas di sekitar Alun-Alun Kota Batang," katanya.

Menurut dia, untuk Posko Lebaran BPI telah didirikan di halaman Kantor Dinas Perhubungan dan Informatika daerah setempat.

"Pada posko tersebut, kami sajikan berbagai makanan khas Batang secara gratis kepada para pemudik yang beristirahat. Selain itu, kami juga memberikan zakat berupa beras sebanyak 4,2 ton yang diberikan kepada warga yang berhak menerima di 12 desa terdampak PLTU," katanya.