Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, optimistis penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026 mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng setelah perputaran uang pada pelaksanaan tahun sebelumnya mencapai kisaran Rp44 miliar.
"Perputaran uang dalam DCF tahun ini kami harapkan bisa lebih besar lagi karena waktu penyelenggaraannya lebih panjang," kata Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara Tursiman di Banjarnegara, Senin.
Ia yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara mengatakan DCF 2026 akan kembali menghadirkan pertunjukan Jazz Atas Awan yang menjadi salah satu daya tarik utama festival tersebut.
Selain Jazz Atas Awan, panitia juga menyiapkan Simfoni Dieng sebagai bagian dari rangkaian acara DCF dengan agenda utama berupa prosesi pencukuran atau ruwatan rambut gimbal.
Menurut dia, soft launching DCF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Pendopo Kabupaten Banjarnegara sebagai langkah awal memperkenalkan konsep dan rangkaian kegiatan kepada masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan nyaman. Persiapannya lebih lama sehingga masyarakat dapat menyiapkan diri untuk mendaftar paket dan sebagainya," katanya menegaskan.
Ia mengakui pelaksanaan DCF XV Tahun 2025 yang berlangsung selama dua hari mendapat respons positif dari masyarakat dengan tingkat antusiasme yang tinggi.
Meskipun demikian, kata dia, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan karena keterbatasan waktu persiapan pada penyelenggaraan tahun lalu.
"Antusias masyarakat sangat tinggi dan masih banyak yang harus kami sempurnakan karena waktunya mepet. Dengan persiapan yang cukup pada tahun ini, kami akan melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya," katanya.
Ia mengatakan DCF tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, kata dia, pengembangan festival juga diarahkan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup di kawasan Dieng melalui konsep pariwisata berkelanjutan.
"Kami memang bertujuan mengembangkan budaya lokal sekaligus melestarikan lingkungan hidup yang ada di sana. Dalam pengembangan pariwisata, aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas agar kelestarian kawasan tetap terjaga," kata Tursiman.
Dieng Culture Festival merupakan salah satu agenda wisata unggulan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar ) dan dikenal melalui tradisi ruwatan anak berambut gimbal yang dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Dieng Pandawa" Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Senin (1/6), mengatakan DCF 2026 mengusung tema "Spirit in Harmony" dan saat ini panitia tengah mematangkan seluruh rangkaian acara.
"DCF tahun ini tetap sesuai kalender kegiatan nasional karena sudah masuk dalam Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata, sehingga pelaksanaannya pada 28-30 Agustus 2026," katanya.