Solo (ANTARA) - Gitaris kawakan Ade Avery berbagi insight gear hingga profesionalisme di Hetero Space Solo by Impala Network Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

Acara yang bertajuk Ngabubu-RIG with Ade Avery, Jumat (6/3) tersebut digagas oleh kolaborasi antara Pedal Monk dan JS Guitars.

Ngabubu-RIG hadir sebagai ruang diskusi terbuka yang membedah kegelisahan para gitaris modern dalam menghadapi industri musik yang semakin kompetitif.

Gitaris kawakan Ade Avery hadir sebagai pemantik diskusi utama. Pada kesempatan itu, Ade mengajak audiens yang didominasi oleh musisi lokal Solo untuk merenungkan pertanyaan mendasar Gear, Skill, atau Profesionalisme?.

Selama kurang lebih dua jam, Ade Avery membagikan pengalamannya mengenai pentingnya keseimbangan antara aspek teknis dan sikap kerja.

“Dari beberapa kali ngadain klinik, ini yang paling interaktif. Jadi nggak susah gitu buat nyairin penonton," ungkap Ade Avery.

Para peserta yang hadir tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait teknis penyusunan pedalboard (rig) hingga tips menjaga attitude sebagai musisi profesional. 

Raditya, salah satu peserta yang hadir mengaku mendapatkan banyak ilmu teknis yang selama ini sulit ia temukan tutorialnya secara langsung.

“Kemarin bisa tahu banyak gear-gearnya mas Ade juga dan gimana cara setting efek yang bener,” ujar Raditya.

Kehadiran Ade Avery seolah memberikan perspektif baru bahwa menjadi gitaris bukan hanya tentang seberapa cepat jari menari di atas fretboard, melainkan bagaimana mengelola seluruh elemen, termasuk peralatan untuk mendukung karier yang berkelanjutan. 

Acara yang didukung oleh Krezt Pro ini juga memberikan pengalaman lengkap bagi para pendaftar melalui pembagian takjil, makan malam bersama, hingga suvenir menarik.
Kebersamaan ini ditutup dengan sesi berbuka puasa yang semakin mempererat tali silaturahmi antar musisi di Solo. 

Dengan terselenggaranya Ngabubu-RIG, Hetero Space Solo sekali lagi membuktikan perannya sebagai wadah yang mampu memfasilitasi pertukaran ilmu dan energi positif, bahkan di sela rutinitas ibadah di bulan suci.