Magelang (ANTARA) - Taman Badaan sisi timur yang selama ini dikenal sebagai ruang rekreasi publik Kota Magelang semakin tampil semakin menarik dengan berbagai sejumlah patung binatang yang terus dilakukan penataan dan perawatan.
Patung-patung tersebut, antara lain badak, gajah, jerapah, macan, kuda nil, dan unta. Hal itu menambah daya tarik bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
Sejak awal dibangun pada masa penjajahan Hindia Belanda sekitar 1920, kawasan Taman Badaan, baik sisi timur maupun barat, telah difungsikan sebagai tempat rekreasi, terutama bagi masyarakat Eropa pada masa itu.
Pengunjung bermain wahana rekreasi di Taman Badaan Kota Magelang. ANTARA/Anis Efizudin
Hingga kini, fungsi tersebut tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Pada masa kepemimpinan Kota Magelang di bawah Wali Kota Mochammad Subroto (1966-1979), pembenahan dilakukan di sisi barat taman dengan pembangunan Monumen Jenderal Ahmad Yani serta kolam air. Sementara itu, sisi timur terus dipercantik dengan penambahan elemen rekreasi, termasuk patung-patung satwa yang menjadi ikon baru taman.
Pengunjung bermain wahana rekreasi di Taman Badaan Kota Magelang. ANTARA/Anis Efizudin
Selain itu, Taman Badaan sisi timur juga dilengkapi berbagai wahana permainan, seperti istana balon, arena melukis, motor GP mini, hingga odong-odong. Kehadiran wahana ini menjadikan taman sebagai destinasi favorit keluarga.
Kawasan ini juga dikenal dengan kuliner legendaris, salah satunya bakso kerikil yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dengan berbagai fasilitas dan nilai sejarah yang dimiliki, Taman Badaan menjadi bukti pentingnya ruang terbuka hijau yang terus dijaga dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.