Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan zakat fitrah empat ton secara simbolis kepada mustahik, yakni orang yang berhak menerima.
Penyerahan zakat fitrah dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman Kota Semarang, Jumat (20/3) malam, kepada setidaknya 2.000-an mustahik.
Selain zakat fitrah, juga dibagikan hasil fidiah, infak, sedekah, dan zakat mal yang dikumpulkan melalui panitia zakat Masjid Raya Baiturrahman.
"Semoga ini menjadi amal saleh dan salehah (para muzaki). Semoga tahun depan (yang saat ini menerima zakat) sudah bisa membayar zakat, tidak menerima zakat lagi," katanya.
Ia mengatakan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban bagi umat Islam sebagai sarana penyucian diri.
Melalui zakat, kata dia, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan fakir miskin.
Dalam satu tahun terakhir, mantan Kapolda Jateng itu mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Jateng berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan.
Tercatat, angka kemiskinan di Jawa Tengah per September 2025 sekitar 9,39 persen, atau turun dari sebelumnya 9,48 persen pada Maret 2025.
"Saya ucapkan terima kasih sudah mau datang. Selamat merayakan Idul Fitri, minal aidin wal faizin," katanya.
Ketua Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Kota Semarang Ahmad Darodji mengatakan zakat fitrah yang terkumpul tahun ini mencapai sekitar empat ton.
Zakat fitrah tersebut kemudian dibagikan dalam bentuk paket kepada lebih dari 2.000 penerima zakat.
"Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Jawa Tengah sejak Gubernur Ismail. Sejak itu penyerahan secara simbolis selalu dilakukan oleh gubernur," katanya.
Baca juga: Gubernur: 1,3 juta kendaraan masuk ke wilayah Jateng saat arus mudik Lebaran 2026