Solo (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq memantau program mudik minim sampah di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, Minggu.
“Kami memperhatikan dengan serius simpul-simpul masyarakat yang terkumpul, di antaranya terminal. Terminal itu menjadi penting sebagai tempat perubahan budaya, salah satunya terkait dengan minim sampah tadi,” katanya.
Mengenai peninjauannya hari ini, ia mengatakan sejauh ini kondisi Terminal Tirtonadi Solo relatif bersih dari sampah. Meski demikian, menurut dia pengelolaan sampahnya belum disertai dengan fasilitas.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengeluarkan surat paksaan pemerintah untuk menyiapkan fasilitas pengelolaan sampah dalam waktu 3-4 bulan mulai dari sekarang.
“Kemudian penanganan sampahnya nanti akan diatur oleh bapak wali kota (Wali Kota Surakarta) kemana-mananya. Yang penting terminal sebesar ini harus mampu mengelola sampahnya sendiri,” katanya.
Ia mengatakan sampai dengan saat ini masih banyak kabupaten/kota yang mengalami darurat sampah seiring dengan kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah melebihi kapasitas.
Kondisi ini, dikatakannya, menimbulkan banyak permasalahan, mulai dari keselamatan kerja, pencemaran lingkungan, hingga pencemaran lingkungan.
“Jadi itu harus kita akhiri. Pemerintah menargetkan penanganan sampah selesai di tahun 2029, 100 persen. Untuk tahun ini ditargetkan selesai 63 persen,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan akan menyiapkan pengelolaan sampah di Terminal Tirtonadi dalam waktu dua bulan ke depan.
“Sesegera mungkin kami edarkan peraturan khusus. Jadi tidak hanya swasta tetapi juga gedung-gedung pemerintah, terminal, pasar-pasar, kantor-kantor perwakilan BUKN, dan SPPG juga wajib mengolah sampahnya masing-masing,” katanya.