Delapan Orang Diperiksa Dalam Bentrok Sidomulyo
Rabu, 25 Januari 2012 17:07 WIB
"Tiga orang berasal warga Bali Desa Sidomulyo dan lima orang dari Desa Kota Dalam," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Rabu.
Sebanyak 400 personel polisi masih berjaga di kawasan terjadinya konflik, selain itu para tokoh masyarakat membantu polisi dengan melakukan tindakan persuasif, kata Saud Usman.
"Polisi mendapat bantuan dari tokoh dan sepakat tidak membawa permasalahan dengan membawa suku dan agama dalam kasus ini, di mana dalam pertemuan tersebut sepakat bahwa tindakan pidana dilakukan tindakan melalui jalur hukum," kata Saud.
Kadiv Humas juga mengharapkan supaya masyarakat jangan terpancing karena hubungan kedua desa itu selama ini cukup bagus. Masyarakat diminta jangan mau diadu domba, apalagi awal kasus ini ringan.
"Warga Bali di Desa Sidomulyo sempat mengungsi, sehingga pembakaran langsung terjadi secara cepat, karena sebelumnya ada isu akan ada penyerangan dari Desa Kota Lama," kata Saud.
Sedikitnya 60 rumah di Desa Sidomulyo, Selasa kemarin, dibakar massa menyusul bentrokan antarwarga di daerah itu. Massa juga merusak 23 rumah lainnya.
Penduduk di desa itu juga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bentrok susulan di desa tersebut.
Pewarta : -
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Temu wali mahasiswa PGSD UMS, dorong peran orang tua pantau prestasi akademik
15 January 2026 18:10 WIB
Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
11 January 2026 20:48 WIB
Jumlah wisatawan di objek wisata Jateng saat Natal-tahun baru capai 4,39 juta orang
05 January 2026 22:15 WIB
Gubernur : 8,6 juta orang masuk ke Jateng selama libur Natal dan Tahun Baru
02 January 2026 5:40 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017