BPBD: 44.079 warga Cilacap telah terima bantuan air bersih
Kamis, 12 September 2024 9:14 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2024). ANTARA/HO-BPBD Cilacap
Cilacap (ANTARA) - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Budi Setyawan mengatakan sebanyak 44.079 warga terdampak kekeringan di berbagai wilayah Cilacap, Jawa Tengah, telah menerima bantuan air bersih.
"Berdasarkan data hingga hari Rabu (11/9), kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 220 tangki yang setara dengan 1.100.000 liter kepada 11.014 keluarga yang terdiri atas 44.079 jiwa di 62 dusun, 31 desa, 12 kecamatan," kata Budi Setyawan di Cilacap, Kamis.
Ia mengakui jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Akan tetapi di Cilacap, kata dia, intensitas hujan yang terjadi dalam kategori sedang dan belum merata.
"Kemarin, hujan dengan intensitas sedang memang sempat terjadi di Kecamatan Majenang, Wanareja, Cimanggu, Dayeuhluhur, dan beberapa wilayah lainnya," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, Kabupaten Cilacap secara umum diprakirakan akan memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober meskipun ada beberapa wilayah yang diprakirakan memasuki awal musim hujan pada akhir September 2024.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya hingga saat ini masih mendistribusikan bantuan air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap kepada warga terdampak kekeringan terutama di daerah-daerah yang dampak kekeringannya cukup parah.
"Salah satunya Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten yang cukup parah, meskipun sempat turun hujan, hal itu belum serta merta menambah ketersediaan air di sumur-sumur warga. Bahkan, Bojong merupakan desa yang pertama kali terdampak kekeringan," katanya.
Menurut dia, hal itu juga dialami desa-desa terdampak kekeringan lainnya yang sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan BPBD Kabupaten Cilacap telah menjadwalkan pendistribusian bantuan air bersih pada hari Kamis (12/9) untuk warga terdampak kekeringan di 6 desa, 5 kecamatan.
Dalam hal ini, kata dia, pihaknya akan mendistribusikan bantuan air bersih ke Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari, sebanyak 2 tangki; Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, sebanyak 1 tangki; Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja.
Selain itu, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan; Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi; dan Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, masing-masing sebanyak 2 tangki.
"Semoga tidak ada kendala dalam pendistribusian bantuan air bersih yang akan dilaksanakan hari ini, sehingga dapat terealisasi semua," kata Budi.
Baca juga: BPBD Pati pastikan suplai air tercukupi
"Berdasarkan data hingga hari Rabu (11/9), kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 220 tangki yang setara dengan 1.100.000 liter kepada 11.014 keluarga yang terdiri atas 44.079 jiwa di 62 dusun, 31 desa, 12 kecamatan," kata Budi Setyawan di Cilacap, Kamis.
Ia mengakui jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Akan tetapi di Cilacap, kata dia, intensitas hujan yang terjadi dalam kategori sedang dan belum merata.
"Kemarin, hujan dengan intensitas sedang memang sempat terjadi di Kecamatan Majenang, Wanareja, Cimanggu, Dayeuhluhur, dan beberapa wilayah lainnya," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, Kabupaten Cilacap secara umum diprakirakan akan memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober meskipun ada beberapa wilayah yang diprakirakan memasuki awal musim hujan pada akhir September 2024.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya hingga saat ini masih mendistribusikan bantuan air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap kepada warga terdampak kekeringan terutama di daerah-daerah yang dampak kekeringannya cukup parah.
"Salah satunya Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten yang cukup parah, meskipun sempat turun hujan, hal itu belum serta merta menambah ketersediaan air di sumur-sumur warga. Bahkan, Bojong merupakan desa yang pertama kali terdampak kekeringan," katanya.
Menurut dia, hal itu juga dialami desa-desa terdampak kekeringan lainnya yang sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan BPBD Kabupaten Cilacap telah menjadwalkan pendistribusian bantuan air bersih pada hari Kamis (12/9) untuk warga terdampak kekeringan di 6 desa, 5 kecamatan.
Dalam hal ini, kata dia, pihaknya akan mendistribusikan bantuan air bersih ke Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari, sebanyak 2 tangki; Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, sebanyak 1 tangki; Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja.
Selain itu, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan; Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi; dan Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, masing-masing sebanyak 2 tangki.
"Semoga tidak ada kendala dalam pendistribusian bantuan air bersih yang akan dilaksanakan hari ini, sehingga dapat terealisasi semua," kata Budi.
Baca juga: BPBD Pati pastikan suplai air tercukupi
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasbata dukung perintah Prabowo, serukan gerakan bersih lingkungan dan gentengisasi
11 February 2026 11:28 WIB
BRI Peduli ajak masyarakat bersihkan pantai di Bali, dukung Gerakan Indonesia ASRI
07 February 2026 5:05 WIB
Wujudkan Semarang Bersih, Pemkot Semarang: Pengelolaan sampah libatkan lintas OPD
04 February 2026 8:42 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB