Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin ditutup menanjak sejalan dengan sinyal dovish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed terkait arah kebijakan suku bunga acuannya.
Pada akhir perdagangan Senin, rupiah menguat 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.189 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.200 per dolar AS.
"Rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS sejalan dengan sinyal dovish dari The Fed," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, Senin.
Josua menuturkan rupiah menguat akibat ekspektasi investor terkait dengan potensi sinyal pelemahan data tenaga kerja AS.
Rupiah terus menguat
Senin, 5 Agustus 2024 17:02 WIB
Ilustrasi - Warga melintas di depan gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (21/6/2024). ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/aww. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga kedelai impor di Kudus alami penurunan meski nilai tukar rupiah tinggi
09 August 2026 20:34 WIB
Nilai tukar rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga
13 January 2026 10:32 WIB
Rupiah diprediksi melemah, pasar "wait and see" jelang rilis PCE AS
24 September 2025 10:35 WIB, 2025
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Menkeu : Belanja negara tahun 2027 tembus Rp4.000 T, pertama dalam sejarah Indonesia
23 September 2026 13:29 WIB
Pemkab Kudus memanfaatkan bantuan CSR Bank Jateng untuk peningkatan UMKM
15 September 2026 22:32 WIB
Rembang terapkan metode tanam PM-AAS dengan harapan dongkrak produktivitas padi
15 September 2026 22:28 WIB