Pengunjung Museum Batik Pekalongan capai 26 ribu orang
Selasa, 16 Juli 2024 21:59 WIB
Pengunjung Museum Batik Pekalongan sedang melihat koleksi batik. (ANTARA/Dokumen Pribadi)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat jumlah pengunjung Museum Batik Pekalongan selama Januari hingga awal Juli 2024 mencapai 26 ribu orang.
Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa minta dan kecintaan masyarakat untuk melihat koleksi batik di memang masih museum cukup tinggi.
"Kami bersyukur hingga awal Juli 2024 sudah mencapai 26 ribu pengunjung. Target kunjungan Museum Batik sudah mencapai 100 persen meski belum sampai penghujung tahun," katanya.
Menurut dia, sebagian besar kunjungan ke Museum Batik didominasi gen Z atau pelajar.
"Ini kami bersyukur karena memang sasaran utama adalah mereka sebagai penentu masa depan bangsa," katanya.
Ia mengatakan pihaknya tidak semata-mata untuk pencapaian target kunjungan tetapi hal yang penting adalah adanya kecintaan masyarakat terhadap Museum Batik Pekalongan yang semakin tinggi.
Hal ini, kata dia, tentu akan memberikan kontribusi yang baik sejalan dengan upaya pemkot dalam pelestarian warisan budaya.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya sekali datang ke museum. Kami ingin mereka kembali dan kembali lagi ke Museum Batik," katanya.
Ia menyebutkan harga tiket masuk ke museum cukup terjangkau yaitu Rp3 ribu untuk pelajar, Rp7 ribu orang dewasa, dan Rp20 ribu pengunjung mancanegara.
"Dengan membayar harga tiket masuk itu, pengunjung sudah bisa menikmati koleksi batik di tiga ruang pamer dan merasakan sensasi membatik dengan canting atau cap di ruang workshop," katanya.
Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa minta dan kecintaan masyarakat untuk melihat koleksi batik di memang masih museum cukup tinggi.
"Kami bersyukur hingga awal Juli 2024 sudah mencapai 26 ribu pengunjung. Target kunjungan Museum Batik sudah mencapai 100 persen meski belum sampai penghujung tahun," katanya.
Menurut dia, sebagian besar kunjungan ke Museum Batik didominasi gen Z atau pelajar.
"Ini kami bersyukur karena memang sasaran utama adalah mereka sebagai penentu masa depan bangsa," katanya.
Ia mengatakan pihaknya tidak semata-mata untuk pencapaian target kunjungan tetapi hal yang penting adalah adanya kecintaan masyarakat terhadap Museum Batik Pekalongan yang semakin tinggi.
Hal ini, kata dia, tentu akan memberikan kontribusi yang baik sejalan dengan upaya pemkot dalam pelestarian warisan budaya.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya sekali datang ke museum. Kami ingin mereka kembali dan kembali lagi ke Museum Batik," katanya.
Ia menyebutkan harga tiket masuk ke museum cukup terjangkau yaitu Rp3 ribu untuk pelajar, Rp7 ribu orang dewasa, dan Rp20 ribu pengunjung mancanegara.
"Dengan membayar harga tiket masuk itu, pengunjung sudah bisa menikmati koleksi batik di tiga ruang pamer dan merasakan sensasi membatik dengan canting atau cap di ruang workshop," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berkat pemberdayaan BRI, Batik Malessa ubah kain perca hingga fashion premium
14 December 2025 11:08 WIB
Pemkot Pekalongan komitmen perkuat ekonomi kerakyatan di Festival BTK dan Pekan Batik Nusantara
02 December 2025 15:35 WIB
15.000 penari di Magelang tampilkan 2.000 motif batik, pecahkan rekor MURI
26 October 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB