Pemkot Surakarta proyeksikan pendapatan 2025 diatas Rp2 triliun
Selasa, 9 Juli 2024 6:23 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada rapat paripurna di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/7/2024). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta memproyeksikan pendapatan daerah pada tahun anggaran (TA) 2025 mencapai lebih dari Rp2 triliun.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada nota penjelasan Wali Kota Surakarta dalam Rapat Paripurna Kota Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan, proyeksi pendapatan daerah pada tahun depan tepatnya di angka Rp2.137.920.043.382.
"Proyeksi tersebut dengan struktur pendapatan asli daerah sebesar Rp914.431.134.140 dan pendapatan transfer sebesar Rp1.223.488.909.242," katanya.
Ia mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) 2025 tersebut memperhatikan realisasi PAD 2023, evaluasi atas capaian PAD tahun anggaran 2024, dan potensi PAD 2025.
"PAD perlu dicermati secara hati-hati dengan tetap memperhitungkan kondisi politik, perekonomian nasional dan global, dan laju inflasi," katanya.
Selain itu, dikatakannya, PAD juga harus mencermati implementasi Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 14Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Ia mengatakan, fungsi PAD menjadi penting dalam rangka mencapai kemandirian keuangan daerah di tengah kondisi terbatasnya dana transfer pusat yang diproyeksikan tidak mengalami kenaikan secara signifikan.
"Sehubungan dengan dana transfer pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diasumsikan sama dengan APBD Tahun Anggaran 2024," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gibran juga menyinggung soal tema pembangunan Kota Surakarta tahun anggaran 2025 yakni penguatan jejaring sosial untuk membangun masyarakat yang adaptif, produktif, kreatif, dan welas asih.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada nota penjelasan Wali Kota Surakarta dalam Rapat Paripurna Kota Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Senin, mengatakan, proyeksi pendapatan daerah pada tahun depan tepatnya di angka Rp2.137.920.043.382.
"Proyeksi tersebut dengan struktur pendapatan asli daerah sebesar Rp914.431.134.140 dan pendapatan transfer sebesar Rp1.223.488.909.242," katanya.
Ia mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) 2025 tersebut memperhatikan realisasi PAD 2023, evaluasi atas capaian PAD tahun anggaran 2024, dan potensi PAD 2025.
"PAD perlu dicermati secara hati-hati dengan tetap memperhitungkan kondisi politik, perekonomian nasional dan global, dan laju inflasi," katanya.
Selain itu, dikatakannya, PAD juga harus mencermati implementasi Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 14Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Ia mengatakan, fungsi PAD menjadi penting dalam rangka mencapai kemandirian keuangan daerah di tengah kondisi terbatasnya dana transfer pusat yang diproyeksikan tidak mengalami kenaikan secara signifikan.
"Sehubungan dengan dana transfer pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diasumsikan sama dengan APBD Tahun Anggaran 2024," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gibran juga menyinggung soal tema pembangunan Kota Surakarta tahun anggaran 2025 yakni penguatan jejaring sosial untuk membangun masyarakat yang adaptif, produktif, kreatif, dan welas asih.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres Gibran kunjungan ke Jateng, hadiri perayaan Natal dan pantau arus mudik
25 December 2025 5:59 WIB
Wapres Gibran tekankan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelestarian budaya
23 February 2025 22:11 WIB
Gibran: Kebakaran Kemayoran pengingat mitigasi kawasan padat penduduk
22 January 2025 9:29 WIB, 2025
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB