Pemkab upayakan Grebeg Besar Demak jadi agenda internasional
Jumat, 7 Juni 2024 9:08 WIB
Rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan nasional Grebeg Besar dipimpin Sekda Demak Akhmad Sugiharto di Gedung Grhadika Bina Praja Demak, Jawa Tengah, Kamis (6/6/2024). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berupaya agar tradisi Grebeg Besar yang merupakan upacara tradisional untuk menyambut Lebaran Haji bisa menjadi agenda wisata berkelas dunia.
"Saat ini, tradisi Grebeg Besar sudah menjadi agenda nasional sehingga peluang untuk menjadi agenda wisata berkelas dunia juga terbuka lebar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahya Rini ditemui usai rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kegiatan nasional Grebeg Besar di Gedung Grhadika Bina Praja Demak, Kamis.
Rakor yang dipimpin Sekda Demak Akhmad Sugiharto itu dihadiri peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait lainnya.
Ia mengakui persyaratannya memang cukup banyak sehingga Pemkab Demak memang harus merintisnya sejak sekarang agar nantinya ketika sudah menjadi agenda wisata dunia tidak mengecewakan wisatawan.
Untuk bisa mewujudkan cita-cita tersebut, kata dia, cukup banyak persyaratan yang harus dilengkapi.
Sebagai salah satu upaya promosi keluar negeri, setiap acara Grebeg Besar digelar Pemkab Demak juga mengundang wisatawan mancanegara untuk hadir.
"Tahun lalu kami mengundang 40 wisatawan mancanegara. Sedangkan tahun ini sedang kami komunikasikan dengan sejumlah pihak untuk kami undang menyaksikan Grebeg Besar dengan harapan bisa mereka promosikan ke negaranya masing-masing sebagai daya tarik wisata," ujarnya.
Dalam rangka menarik wisatawan, maka setiap tahunnya acara Grebeg Besar selalu ada pembaruan atraksi maupun kegiatan pendukung lainnya.
Target acara Grebeg Besar tahun ini, kata dia, pengunjungnya lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Apalagi nantinya ditampilkan arak-arakan gunungan sebanyak 90 gunungan, serta sajian "ancaan" atau bancaan terbanyak dengan jumlah 521 sajian yang juga akan dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Baca juga: Polres Kudus grebeg pesta sabu di Desa Loram Wetan
"Saat ini, tradisi Grebeg Besar sudah menjadi agenda nasional sehingga peluang untuk menjadi agenda wisata berkelas dunia juga terbuka lebar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahya Rini ditemui usai rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kegiatan nasional Grebeg Besar di Gedung Grhadika Bina Praja Demak, Kamis.
Rakor yang dipimpin Sekda Demak Akhmad Sugiharto itu dihadiri peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait lainnya.
Ia mengakui persyaratannya memang cukup banyak sehingga Pemkab Demak memang harus merintisnya sejak sekarang agar nantinya ketika sudah menjadi agenda wisata dunia tidak mengecewakan wisatawan.
Untuk bisa mewujudkan cita-cita tersebut, kata dia, cukup banyak persyaratan yang harus dilengkapi.
Sebagai salah satu upaya promosi keluar negeri, setiap acara Grebeg Besar digelar Pemkab Demak juga mengundang wisatawan mancanegara untuk hadir.
"Tahun lalu kami mengundang 40 wisatawan mancanegara. Sedangkan tahun ini sedang kami komunikasikan dengan sejumlah pihak untuk kami undang menyaksikan Grebeg Besar dengan harapan bisa mereka promosikan ke negaranya masing-masing sebagai daya tarik wisata," ujarnya.
Dalam rangka menarik wisatawan, maka setiap tahunnya acara Grebeg Besar selalu ada pembaruan atraksi maupun kegiatan pendukung lainnya.
Target acara Grebeg Besar tahun ini, kata dia, pengunjungnya lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Apalagi nantinya ditampilkan arak-arakan gunungan sebanyak 90 gunungan, serta sajian "ancaan" atau bancaan terbanyak dengan jumlah 521 sajian yang juga akan dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Baca juga: Polres Kudus grebeg pesta sabu di Desa Loram Wetan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi menawarkan jalan tengah hadapi AI dan polarisasi keagamaan
15 February 2026 9:22 WIB
Merawat nilai kemanusiaan di tengah disrupsi global, 10 guru besar UIN Walisongo sampaikan pesan cinta untuk negeri
15 February 2026 8:42 WIB
UIN Walisongo kukuhkan 10 guru besar, komitmen sebagai kampus unggul dan bereputasi global
14 February 2026 13:21 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB