Gibran usulkan pengaturan gim diperketat
Selasa, 7 Mei 2024 14:54 WIB
Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/5/2024). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka menyatakan penggunaan gim perlu tingkatan umur agar tidak menimbulkan dampak berbahaya.
"Saya kira perlu ada tingkatan-tingkatan umur, rating. Kalau gim-gim kan ada rating-nya juga," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menilai dampak gim online menimbulkan kekerasan atau violence dan juga kecanduan bagi anak-anak.
Menurut Gibran, memang ada gim untuk dewasa yang mengandung kekerasan.
"Ada adegan-adegan yang mungkin tidak pantas dimainkan anak-anak," katanya.
Oleh karena itu ia berharap ke depan untuk regulasi-regulasi yang mengatur soal gim dapat lebih diperketat. Meski demikian, ia tidak ingin regulasi tersebut membatasi kreativitas anak-anak muda.
"Sekali lagi kami tidak membatasi kreativitas anak-anak muda, terutama yang ingin bergabung atau menjadi atlet-atlet e-sport. Ini perlu kita dukung juga," kata Gibran.
Ia mengatakan ke depan perlu ada penguatan monitoring, terutama pada anak. "Biar anak-anak memainkan gim sesuai umurnya," kata Gibran.
Sementara itu disinggung mengenai kerja sama dengan platform gim, menurut Gibran, ke depan akan diperkuat.
"Kami kan sudah ada kerja sama dengan Garena. Itu gimnya ada Free Fire, Call Of Duty, dan lain-lain. Harus ada penguatan di situ. Intinya kreativitas anak muda kami dukung, pegiat e-sport kami dukung. Tapi sekali lagi gim-gim kalau bisa dimainkan sesuai umurnya," kata Gibran.
"Saya kira perlu ada tingkatan-tingkatan umur, rating. Kalau gim-gim kan ada rating-nya juga," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menilai dampak gim online menimbulkan kekerasan atau violence dan juga kecanduan bagi anak-anak.
Menurut Gibran, memang ada gim untuk dewasa yang mengandung kekerasan.
"Ada adegan-adegan yang mungkin tidak pantas dimainkan anak-anak," katanya.
Oleh karena itu ia berharap ke depan untuk regulasi-regulasi yang mengatur soal gim dapat lebih diperketat. Meski demikian, ia tidak ingin regulasi tersebut membatasi kreativitas anak-anak muda.
"Sekali lagi kami tidak membatasi kreativitas anak-anak muda, terutama yang ingin bergabung atau menjadi atlet-atlet e-sport. Ini perlu kita dukung juga," kata Gibran.
Ia mengatakan ke depan perlu ada penguatan monitoring, terutama pada anak. "Biar anak-anak memainkan gim sesuai umurnya," kata Gibran.
Sementara itu disinggung mengenai kerja sama dengan platform gim, menurut Gibran, ke depan akan diperkuat.
"Kami kan sudah ada kerja sama dengan Garena. Itu gimnya ada Free Fire, Call Of Duty, dan lain-lain. Harus ada penguatan di situ. Intinya kreativitas anak muda kami dukung, pegiat e-sport kami dukung. Tapi sekali lagi gim-gim kalau bisa dimainkan sesuai umurnya," kata Gibran.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres Gibran kunjungan ke Jateng, hadiri perayaan Natal dan pantau arus mudik
25 December 2025 5:59 WIB
Wapres Gibran tekankan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelestarian budaya
23 February 2025 22:11 WIB, 2025
Gibran: Kebakaran Kemayoran pengingat mitigasi kawasan padat penduduk
22 January 2025 9:29 WIB, 2025
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB