Dinkes Jepara ajak masyarakat perangi DBD dengan gerakan PSN
Jumat, 1 Maret 2024 14:59 WIB
Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta saat menjenguk salah satu pasien DBD di RSUD Kartini Kabupaten Jepara. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kudus.)
Jepara (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat bersama-sama memerangi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara bersama-sama.
"Kami juga sudah menggelorakan Gerakan Jumat Bersih + PSN di setiap institusi, fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah, serta lingkungan masyarakat," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Eko Cahyo Puspeno di Jepara, Jumat.
Kampanye Gerakan Jumat Bersih dan PSN, kata dia, juga melibatkan institusi dari tingkat kabupaten hingga pedesaan serta masyarakat.
Selain gerakan PSN, lanjutnya, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab DBD. Bagi masyarakat yang memiliki bak mandi atau tempat penampungan air untuk dikuras secara rutin serta dilakukan pemantauan jentik nyamuk.
Dengan status tanggap darurat yang ditetapkan sejak 23 Februari 2024, kata dia, diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan dan peran semua pihak dalam pencegahan dan penanggulangan DBD, termasuk dukungan anggaran dari Pemda Jepara.
"Rumah sakit dan puskesmas yang memiliki rawat inap juga disiapkan untuk menampung atau merawat pasien DBD sesuai standar, menambah tempat tidur untuk perawatan pasien DBD, menjamin tenaga, obat, cairan, alat kesehatan, termasuk untuk penanganan kedaruratan," ujarnya.
Setiap ada temuan kasus, lanjutnya, diharapkan segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan penyidikan epidemiologi dan tindak lanjutnya.
Upaya lain untuk pemberantasan sarang nyamuk, kata dia, dengan pengasapan (fogging) secara terfokus sesuai kriteria yang ditetapkan.
Baca juga: Pemkab Jepara berlakukan tanggap darurat DBD
"Kami juga sudah menggelorakan Gerakan Jumat Bersih + PSN di setiap institusi, fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah, serta lingkungan masyarakat," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Eko Cahyo Puspeno di Jepara, Jumat.
Kampanye Gerakan Jumat Bersih dan PSN, kata dia, juga melibatkan institusi dari tingkat kabupaten hingga pedesaan serta masyarakat.
Selain gerakan PSN, lanjutnya, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan sekitar guna mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab DBD. Bagi masyarakat yang memiliki bak mandi atau tempat penampungan air untuk dikuras secara rutin serta dilakukan pemantauan jentik nyamuk.
Dengan status tanggap darurat yang ditetapkan sejak 23 Februari 2024, kata dia, diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan dan peran semua pihak dalam pencegahan dan penanggulangan DBD, termasuk dukungan anggaran dari Pemda Jepara.
"Rumah sakit dan puskesmas yang memiliki rawat inap juga disiapkan untuk menampung atau merawat pasien DBD sesuai standar, menambah tempat tidur untuk perawatan pasien DBD, menjamin tenaga, obat, cairan, alat kesehatan, termasuk untuk penanganan kedaruratan," ujarnya.
Setiap ada temuan kasus, lanjutnya, diharapkan segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan penyidikan epidemiologi dan tindak lanjutnya.
Upaya lain untuk pemberantasan sarang nyamuk, kata dia, dengan pengasapan (fogging) secara terfokus sesuai kriteria yang ditetapkan.
Baca juga: Pemkab Jepara berlakukan tanggap darurat DBD
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
Pemprov Jateng siapkan anggaran perbaikan jalan provinsi di Jepara Rp2 miliar
04 February 2026 8:49 WIB
Tingkatkan kenyamanan, Jepara ajukan revitalisasi 16 pasar tradisional ke pemerintah pusat
04 February 2026 8:46 WIB
Pemprov Jateng catat 45 bencana alam sepanjang Januari 2026 masyarakat waspada
02 February 2026 19:45 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB