Untidar tanam pohon dalam "sedekah bumi langit"
Jumat, 16 Februari 2024 16:01 WIB
Rektor Universitas Tidar Magelang Sugiyarto menanam pohon di kebun Bandongan, Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Universitas Tidar (Untidar) Magelang dalam rangka pradies natalis ke-45 menanam ratusan pohon dalam tema "sedekah bumi langit" di sekitar Kampus Bandongan, Kabupaten Magelang.
Rektor Untidar Sugiyarto di Magelang, Jumat, menyampaikan pohon yang ditanam yakni jenis buah-buahan.
"Penanaman pohon buah-buahan merupakan tanggung jawab kita sebagai bagian dari ekosistem Magelang yang mungkin punya jenis buah yang kita coba koleksi di Kebun Bandongan sebagai edukasi dan konservasi," katanya.
Ia menyampaikan mengapa kegiatan ini dinamakan sedekah bumi langit? "Karena dengan cara menanam inilah kita peduli lingkungan dan nantinya bisa untuk konservasi air, konservasi tanah, juga konservasi pangan," ujarnya.
Selain itu, katanya, yang terpenting adalah konservasi udara, dengan banyaknya pohon akan memberikan kontribusi oksigen terhadap udara yang baik," katanya/
Bersamaan dengan penanaman pohon tersebut, juga dilakukan peluncuran Pusat Studi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Untidar.
Ia menyampaikan sebenarnya hal ini dirintis sudah cukup lama dan anggotanya sudah bekerja sama dengan BPBD.
"Karena kita memiliki Untidar dengan lingkungan yang khas di tengah gunung, baik di gunung berapi maupun gunung sudah mati," katanya.
Selain itu, katanya, nilai potensi ke depan yang bisa dikembangkan dari lingkungan itu adalah potensi risiko bencana, maka secara akademis nanti melakukan penelitian-penelitian terkait dengan lingkungan hidup maupun potensi dan cara mengantisipasi.
Baca juga: PPG Untidar kukuhkan 60 guru profesional
Rektor Untidar Sugiyarto di Magelang, Jumat, menyampaikan pohon yang ditanam yakni jenis buah-buahan.
"Penanaman pohon buah-buahan merupakan tanggung jawab kita sebagai bagian dari ekosistem Magelang yang mungkin punya jenis buah yang kita coba koleksi di Kebun Bandongan sebagai edukasi dan konservasi," katanya.
Ia menyampaikan mengapa kegiatan ini dinamakan sedekah bumi langit? "Karena dengan cara menanam inilah kita peduli lingkungan dan nantinya bisa untuk konservasi air, konservasi tanah, juga konservasi pangan," ujarnya.
Selain itu, katanya, yang terpenting adalah konservasi udara, dengan banyaknya pohon akan memberikan kontribusi oksigen terhadap udara yang baik," katanya/
Bersamaan dengan penanaman pohon tersebut, juga dilakukan peluncuran Pusat Studi Lingkungan dan Mitigasi Bencana Untidar.
Ia menyampaikan sebenarnya hal ini dirintis sudah cukup lama dan anggotanya sudah bekerja sama dengan BPBD.
"Karena kita memiliki Untidar dengan lingkungan yang khas di tengah gunung, baik di gunung berapi maupun gunung sudah mati," katanya.
Selain itu, katanya, nilai potensi ke depan yang bisa dikembangkan dari lingkungan itu adalah potensi risiko bencana, maka secara akademis nanti melakukan penelitian-penelitian terkait dengan lingkungan hidup maupun potensi dan cara mengantisipasi.
Baca juga: PPG Untidar kukuhkan 60 guru profesional
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati: Pers lakukan peran mitra pembangunan dan kontrol sosial bagi pemerintah
12 February 2026 16:34 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB