Ada pojok baca di Terminal Tirtonadi
Rabu, 17 Januari 2024 5:34 WIB
Pojok baca digital di Terminal Tirtonadi Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Terminal Tirtonadi Surakarta menyediakan pojok baca digital untuk masyarakat baik bagi penumpang bus maupun yang sengaja datang ke tempat tersebut.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Tirtonadi Bandiyono di Solo, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut untuk mendukung peningkatan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Ini dalam upaya mendukung peningkatan literasi bagi masyarakat agar gemar membaca sejak dini," katanya.
Terkait dengan fasilitas yang dinamakan Pojok Baca Digital (Pocadi) tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Pocadi adalah layanan akses buku digital yang terbuka bagi umum ini disediakan oleh Perpustakaan Nasional dan ditempatkan di beberapa akses layanan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan Pocadi ini juga sangat bermanfaat, terutama pada saat adanya kunjungan edutrip pelajar ke Terminal Tirtonadi, karena dalam sebulan terminal ini bisa menerima 2-4 kali kunjungan edutrip.
"Dalam hal ini Pocadi bisa sangat membantu mengedukasi sekaligus menumbuhkan minat baca bagi anak-anak," katanya.
Sementara itu, pada Pocadi tersedia fasilitas berupa empat unit komputer yang memiliki akses penuh pada ribuan koleksi buku digital milik Perpustakaan Nasional Indonesia.
"Selain itu ada juga ratusan buku fisik yang juga disediakan di Pocadi," katanya.
Ke depan, pihaknya akan terus mengupayakan inovasi-inovasi lain yang menunjang layanan untuk masyarakat.
"Dengan demikian, Terminal Tirtonadi menjadi ruang publik yang nyaman, aman, edukatif, dan rekreatif bagi masyarakat," katanya.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Tirtonadi Bandiyono di Solo, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan penyediaan fasilitas tersebut untuk mendukung peningkatan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Ini dalam upaya mendukung peningkatan literasi bagi masyarakat agar gemar membaca sejak dini," katanya.
Terkait dengan fasilitas yang dinamakan Pojok Baca Digital (Pocadi) tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Pocadi adalah layanan akses buku digital yang terbuka bagi umum ini disediakan oleh Perpustakaan Nasional dan ditempatkan di beberapa akses layanan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan Pocadi ini juga sangat bermanfaat, terutama pada saat adanya kunjungan edutrip pelajar ke Terminal Tirtonadi, karena dalam sebulan terminal ini bisa menerima 2-4 kali kunjungan edutrip.
"Dalam hal ini Pocadi bisa sangat membantu mengedukasi sekaligus menumbuhkan minat baca bagi anak-anak," katanya.
Sementara itu, pada Pocadi tersedia fasilitas berupa empat unit komputer yang memiliki akses penuh pada ribuan koleksi buku digital milik Perpustakaan Nasional Indonesia.
"Selain itu ada juga ratusan buku fisik yang juga disediakan di Pocadi," katanya.
Ke depan, pihaknya akan terus mengupayakan inovasi-inovasi lain yang menunjang layanan untuk masyarakat.
"Dengan demikian, Terminal Tirtonadi menjadi ruang publik yang nyaman, aman, edukatif, dan rekreatif bagi masyarakat," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa KKN UIN Walisongo tingkatkan literasi baca di Kampung Patipi Pasir
03 September 2025 7:45 WIB
Tarjih Muhammadiyah beri penjelasan soal baca basmalah saat wudhu di kamar mandi
15 July 2025 14:31 WIB
Kilang Cilacap resmikan perpustakaan Astaka Knowledge Center untuk tingkatkan minat baca
12 June 2025 14:37 WIB
Disperpusip : Pocadi pengembangan layanan bacaan untuk literasi warga
04 January 2025 8:10 WIB, 2025
Pemkot Pekalongan masifkan gerakan minat baca lewat safari literasi
26 November 2024 10:20 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB